Bagaimana Sikap Bonek Jika Pembekuan PSSI Dicabut?
Bagaimana sebaiknya Bonek bersikap?
We Will Mizz You
Suasana stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat itu penuh sesak 50 ribu suporter Persebaya, Bonek. Ketika peluit kick off, tanda dimulainya pertandingan ditiup oleh sang pengadil di lapangan hijau, koreo di tribun pun dibentangkan oleh Bonek. Tribun Selatan menampilkan figur ndas mangap dengan membawa kepala singa yang sudah terpenggal dan di sekelilingnya dihiasi warna kuning hijau kertas koreo yang diangkat oleh bonek yang berdiri di tribun lantai satu.
Persebaya, Asa, Cinta, dan Harapan
Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asa memiliki arti semangat. Sebagai arek Suroboyo, mempunyai asa seolah menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dalam setiap perjuangan yang akan dilakukan. Hal ini bukan semata-mata ada, melainkan warisan para pendahulu yang memberikan contoh kepada generasi penerus yang lahir di Kota Pahlawan.
Persebaya, Jangan Alergi dengan Agen Pemain
Selama perekrutan pemain, baik lokal maupun asing, manajemen Green Force belum atau tidak mau menggunakan agen pemain.
Bonek Bukan Maling Gorengan
Kalimat "hina" ini ditinjau dari sudut pandang apapun tidak ada indah-indahnya dan tak ada pula nilai yang terkandung di dalamnya. Namun dengan segala resiko terburuk, saya harus siap dengan segala konsekuensinya ketika saya harus out of the box dari tren "gila" semacam ini.
Pakem Persebaya Sudah Mulai Terlihat
Jika menengok dari penampilan di lapangan, hasil dan statistik pertandingan, bisa jadi Persebaya pelan-pelan telah menemukan pakemnya.
Persebaya Akan Baik Jika Sekelilingnya Baik
Sesuatu akan baik jika sekelilingnya juga baik. Sebuah kalimat klise yang akan terus digunakan oleh orang-orang untuk menjelaskan sesuatu dengan cara sederhana, mencakup banyak topik termasuk tim sepak bola seperti Persebaya Surabaya.
Dengan Cara Apapun, Semua Berhak Mencintai Persebaya
Mahal itu relatif, kebanggaan itu mutlak. Mungkin saya naif mempercayai bahwa dengan apparel Persebaya yang swadaya (saya tidak suka menggunakan istilah non-apparel), hasilnya betul-betul akan linier dengan perkembangan tim di segala sektor usia. Tapi memang ini hal paling mendekati realistis.
93 Tahun Persebaya, Proses Menuju Dewasa
Sudah 93 tahun berlalu sejak 1927. Banyak prestasi dan gelar yang telah kita raih bersama. Namun ada juga masa-masa berat yang telah kita lewati bersama selama 93 tahun. Bukan hanya suka duka, namun juga proses. 93 tahun adalah proses menuju kedewasaan yang telah kita lewati bersama. Tidak mudah namun hasilnya luar biasa.
Selamat Datang Kembali, Persebaya!
Bonek bisa kembali mengeluarkan atribut mereka yang selama ini rapi tersimpan di dalam lemari.















