Piala Dunia Sementara, Persebaya Selamanya: Sebuah Klarifikasi
Sebagai orang yang pertama kali menulis "Piala Dunia Sementara Persebaya Selamanya" yang belakangan ini ramai di sosial media sebagai slogan perjuangan Bonek, sepertinya saya perlu memberi klarifikasi. Karena ternyata banyak yang salah paham dengan slogan itu.
Manajemen, Jangan Malu Membuka Diri untuk Bonek
Seharusnya manajemen Persebaya bisa berbuat lebih dari itu jika melihat animo yang besar dari teman-teman Bonek.
Bonek dan Dejavu Musim 2018
Masih tersimpan di memori para Bonek bagaimana Persebaya terseok-seok melalui awal hingga pertengahan musim Liga 1 2018. Kala itu Persebaya ditangani pelatih kepala Alfredo Vera.
Jaga Momentum, Jangan Jumawa Persebaya
Empat poin dari dua game babak 16 Besar adalah buah perjuangan panjang. Tentu saja belum cukup untuk maju ke babak 8 Besar. Masih ada dua...
Melawan Boling (Bondho Maling) dengan Gerakan dan Pemikiran
Boling (Bondho Maling) sampai saat ini diidentikkan dengan Bonek. Tak salah jika ada yang melihat Boling = Bonek, karena mereka bertribut Persebaya/Bonek dalam melakukan aksi penjarahan, pencurian, dan tindakan kriminal lainnya.
Ternyata, Bejo-lah yang Buat GBT Angker
Melalui tangan dingin pelatih caretaker, Bejo Sugiantoro, Persebaya membuktikan diri sebagai tim Liga 1 yang patut diperhitungkan, dan itu seharusnya sudah terjadi sejak musim ini mulai digelar
Persebaya dan Bonek Baru, Menjemput Impian Menjadi Kenyataan
Perjalanan rohani Bonek begitu panjang. Berbagai rintangan dan halangan baik secara individu maupun kelompok telah mereka lewati dengan level kesabaran yang sangat tinggi. Istiqomah....
Perjuangan Bonek Akan Berujung Kemenangan
Masih adakah yang mencintaimu dengan tulus?
Menyanjung Saat Persebaya Menang, Menghujat Ketika Kalah, Sudah Benarkah Kita?
Liga 1 dewasa ini, memang bukan wahana yang menggembirakan bagi Persebaya Surabaya. Terseok-seok di papan bawah dan begitu beratnya meraih poin kandang maupun tandang. Banyak peristiwa di luar lapangan yang mewarnai masa sulit ini. Saya ingin sedikit membahas beberapa fenomena yang terjadi sekaligus membagikan opini dari beberapa kegusaran saya.
Lekas Pulih Persebayaku
Persebaya merupakan kebanggaan kita semua. Banyak yang mencintai persebaya hingga kehilangan akal sehatnya. Kemarin Surabaya dibuat malu oleh sebagian oknum suporter yang merangsek masuk lapangan membentangkan spanduk “JANGAN BIKIN MALU SURABAYA”, merusak pagar pembatas, merusak billboard dan menyalakan kembang api serta flare. Apakah tindakan tersebut benar? Atau suatu pembenaran diri oleh oknum tersebut? Tindakan tersebut tidak ada bedanya dengan tindakan suporter yang kalian anggap ‘rival’, sama-sama bikin malu! Kecewa dengan hasil pertandingan boleh saja, namun kekecewaan tersebut apakah harus diimplementasikan dengan tindakan demikian?















