Iklan

Menyelesaikan Masalah-Masalah Menuju Klub Profesional

0
Tulisan ini sambungan dari tulisan berjudul “Persebaya Bisa Jadi Inspirasi Klub-Klub Lain untuk Jadi Profesional”. Tulisan juga merupakan bagian dari serial tulisan tentang Persebaya dan bagaimana mengelola sebuah klub agar menjadi profesional. Diawali dengan belajar bagaimana pengelolaan klub di Thailand hingga pencarian sumber pendapatan agar Persebaya tetap bisa hidup.

Daripada Di-Php, Mengapa Persebaya Tidak Merangkak Dari Bawah?

0
Sebagai pendukung Persebaya, saya merasa sedih dengan kondisi klub saat ini yang mati suri karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Catatan Untuk Shin Tae-yong dan PSSI

0
Tanggal 12 Oktober 2022, laman media sosial twitter diramaikan soal isu, pelatih timnas Indonesia Coach Shin Tae Yong (STY), menyatakan bahwa jika ketua PSSI mundur, maka beliau akan ikut mengundurkan diri juga.

Renungan HUT ke-91: Persebaya adalah Emosi Jiwaku

0
Dua hari lagi, tim kebanggaan kita semua akan merayakan hari jadi yang ke-91. Namun, ada nuansa keprihatinan yang dirasa saat Persebaya akan berulang tahun, yaitu masuknya Green Force ke zona degradasi.

Pesan Untuk Gede Widiade, Jangan Hilangkan Sejarah

0
Jangan sampai bapak mendosakan Persebaya dengan sejarahnya.

Dilema Transfer Pemain Persebaya

0
Pemain sepak bola pada era modern memang tidak lepas dari berbagai faktor, mulai hal remeh sampai hal yang prinsip dan tentang idealisme.

Silenzio Stampa ala Persebaya, Efek Akumulasi Kegaduhan yang Sering Muncul

0
Sebuah sikap dari Persebaya yang ditandai dengan sebuah tulisan dari sang presiden klub, Azrul Ananda pada halaman pembuka suplemen khusus edisi #33 di Jawa Pos, Selasa kemarin.

Sudahi Permusuhan, Musuh Kita Adalah Sistem Yang Tidak Manusiawi

0
Nyawa-nyawa yang telah tiada telah memberi kesadaran dan keberanian pada kita semua bahwa sesama manusia adalah saudara, sesama suporter saling berbagi rasa.

Bongkar dan Terus Jaga Kesucian Persebaya

0
Green Force pun Terseret. Begitu judul koran Jawa Pos edisi Minggu 6 Januari 2019. Ini adalah terkait laga Persebaya menjamu Kalteng Putra yang diduga ada pengaturan skor. Kala itu 12 Oktober 2017 Persebaya menyerah 0-1 dari tamunya dalam laga terakhir putaran grup Liga 2.

Persebaya Lebih Butuh Rombak Pemain Daripada Pelatih

0
13 game, 4 kali menang, 6 kali seri, 3 kali kalah dan 18 poin sebenarnya bukan catatan yang buruk-buruk amat untuk coach Djanur. Bandingkan dengan capaian Persebaya dipekan yang sama musim lalu di Liga Gojek Traveloka, Persebaya mengemas 15 poin dari 12 game, 3 kali menang, 6 kali seri dan 3 kali kalah. (masih menyisakan 1 game).

Terbaru