Persebaya dan Bonek Menuju Sejarah Baru
Kompetisi tahun 1996/1997, mungkin itulah puncaknya saya begitu menyukai Persebaya dengan The Dream Teamnya era manajer Walikota cak Narto dan pelatih saat itu Rusdi Bahalwan.
Arief Catur “Bolo” Tuhan
Magis Persebaya memang tak pernah ingkar janji. Bagaimana tidak, segudang pemain berlabel timnas lahir dari rahim Persebaya, dengan embrio liga internal di dalamnya.
Mengapa Saya Membeli “Bonek Card” Persebaya
Dengan hadirnya Bonek Card (BC), hal itu menjawab pertanyaan Bonek luar kota, luar pulau, dan luar negeri yang ingin berkontribusi meski tak bisa hadir.
Tontonan Sepakbola Indonesia Yang Mengancam Nyawa
Ini adalah salah satu bukti kegagalan PSSI dalam melaksanakan gelaran pertandingan yang aman dan nyaman bagi supporter, pemain dan masyarakat umum.
Marketing Jitu Ala Bonek
Jika membahas mengenai Persebaya, tentu tak akan ada habisnya. Semua bisa dikupas secara asyik dan menarik. Misalnya saja tentang sejarahnya, prestasinya, nama besarnya, termasuk juga tentang pendukung setianya (Bonek dan Bonita).
Fetisme Komoditas dalam Sepak Bola
Ketenaran sepak bola ini, tidak lepas dari peran kapitalisme. Kapitalisme mengindustrialisasi sepak bola sedemikian rupa hingga dapat dinikmati oleh masyarakat dunia dengan mudah. Kapitalisme menciptakan sebuah fetisme komoditas dalam sepak bola yang mengubah konstruksi sosial pada sepak bola.
5 Catatan Untuk Bonek 2021-2023
Harapan menjadi lebih baik harus terus ada, karena dari situlah kita bisa berjuang untuk mewujudkannya.
Dulu Disegani Sebagai Pendiri, Kini Dibenci Federasi
Engkau saksi sejarah yang seharusnya dihargai oleh mereka-mereka yang membuangmu
93NERASI BONEK 2.0
Tidak terasa sudah memasuki bulan Juni. Persebaya akan bertambah usia menjadi 93 tahun. Sudah banyak kisah suka duka yang dijalani oleh tim terbesar Jawa Timur ini. Di tengah kondisi pandemi seperti ini, Persebaya tidak bisa berlatih dan bertanding. Para penggemar sudah mulai kangen karena kehilangan hiburan.
Tiga Lubang Persebaya yang Perlu Ditambal Jelang Liga 1
Kekalahan di babak 8 besar Piala Presiden 2018 bukan hanya sekedar kekalahan yang biasa melainkan kekalahan yang memperlihatkan kelemahan dari permainan Persebaya.















