Masalah-Masalah di Balik Kekalahan Persebaya
“Kecewa, kecewa, dan kecewa”. Itulah kata yang dapat diungkapkan suporter Persebaya setelah melihat tim kebanggaannya kalah untuk pertama kalinya di kandang sendiri.
Pesan Untuk Gede Widiade, Jangan Hilangkan Sejarah
Jangan sampai bapak mendosakan Persebaya dengan sejarahnya.
Perlawanan Bonek Sektor Lor Terhadap Carut Marut Federasi
Situasi di dalam federasi sepak bola tanah air sedang tidak baik baik saja. Rangkap jabatan, ketidakadilan sanksi, menjadi pemicu reaksi kalangan suporter di tanah air.
Lika-Liku Menuju 93milang
93 Bukanlah angka yang kecil untuk ukuran umur, bahkan mungkin sudah melekat dan melegenda. Persebaya dengan segudang cerita telah menjabarkan arti penuh perjalanan, beragam lika-liku sudah biasa menjadi santapan.
Ketika Budaya Malu Telah Hilang dari Tubuh PSSI
Sungguh miris melihat kondisi PSSI saat ini. Tak ada prestasi, yang ada malah jadi bahan tertawaan. Masih hangat kita baca pernyataan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, yang menyebut jika ingin Timnas baik maka wartawan harus baik. Sebuah pernyataan konyol yang datang dari orang nomor 1 PSSI.
Tak Perlu ke Neraka, Sebab Negaraku Sudah Menunjukkannya
Hari itu kekasihku menceritakan suka cita kemenangan Persebaya dengan keluarganya, dan aku pun merayakan dengan selebrasi berlarian menuju setiap sudut kamar kos yang menyediakan sepasang televisi untuk kami menyaksikan sepak bola.
Preview Persebaya vs Barito Putera
Persebaya Surabaya dan Barito Putera Banjarmasin dijadwalkan bertemu pada pekan kedua BRI Liga 1 2023/2024 di Gelora Bung Tomo Surabaya Sabtu 8 Juli 2023.
Pemain-Pemain Asing Ini Mungkin Cocok Untuk Persebaya
Berikut adalah nama-nama pemain asing yang bisa dipertimbangkan untuk memperkuat Persebaya entah sebagai marquee player ataupun bukan.
Sosok Benny Van Breukelen, Pelatih Kiper Persebaya
Musim 2020, Persebaya mendatangkan pelatih kiper baru menggantikan M. Hadi yang sebelumnya bersama tim Bajol Ijo sejak Liga 2 2017. Ia adalah Benny Van Breukelen. Benny lahir pada 1964 di Medan, Sumatera Utara.
Menerka, Jika Kesepakatan Bagong Tak Dipenuhi
Ada Aksi, selalu ada Reaksi. Begitulah hukum alam terjadi. Tidak mungkin melakukan reaksi, jika tidak ada aksi. Itulah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya Kesepakatan Bagong yang digagas oleh para Bonek.















