Bertemu Dengan Kekasih Yang Telah Lama Hilang
Pertandingan itu bukanlah pertandingan biasa. Pertandingan itu menjadi laga kembali pulangnya Persebaya Surabaya dari perjalanan panjang. Sudah hampir empat tahun klub kebanggaan arek-arek Suroboyo ini dipaksa tenggelam dan mati oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Arek-Arek, Warung Kopi, dan Perlawanan
Apapun ketegangan yang dihadapi, warung kopi tetap tujuan bagi arek-arek. Kedinamisan semacam ini hanya ada di sini, di kota yang sampai detik ini tidak akan memadamkan api perlawanan.
Persebaya dan Wacana Liga Tanpa Degradasi
Apa benar wacana Liga 1 tanpa degradasi? Ah, hanya mereka yang tahu...
Persebaya Masih Selamanya
Pokoknya spartan dan ngeyel, khas arek-arek Persebaya. Itu sudah cukup. Itu sudah merupakan anugerah terindah di tengah kerinduan yang pekat.
Apakah Arema FC Layak Disebut Rival Klasik Persebaya?
Persebaya akan menjamu Arema FC dalam lanjutan Liga 1 pekan ketujuh, Minggu (6/5). Partai ini disebut-sebut sebagai derby Jatim, seteru klasik, hingga rival klasik oleh banyak pihak. Bahkan sebagian Bonek menganggap laga ini adalah laga hidup mati layaknya dua klub rival. Masalahnya apakah Arema FC layak disebut sebagai klub rival klasik Persebaya?
Belum Dua Musim, Denda Persebaya Dekati Market Value Andik Vermansah
Pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan oleh oknum suporter membuat Komisi Disiplin PSSI “sangat leluasa” untuk menjatuhkan sanksi kepada Persebaya Surabaya. Terbaru, hasil Sidang Komdis PSSI tanggal 31 Juli lalu Persebaya terkena hukuman Rp 150 juta karena terbukti ada pelanggaran penyalaan suar, bom asap serta pelemparan botol. Hal ini diperparah dengan regulasi akumulasi (pengulangan) yang membuat Persebaya terkena hukuman tambahan.
Protes Pemegang Bonek Card atas Carut Marut Tribun Superfans
Pelajaran apa yang kira kira tepat untuk panpel Persebaya menghadapi pertandingan big match? ada banyak hal mendasar yang kerap terjadi di setiap laga besar dan itu seperti tidak penyelesaian solusi yang diberikan panpel, selalu dan selalu terulang.
Antara Kartolo, Seger Sutrisno, dan Rendi Irwan
Canda dan tawa bisa membuat suasana apapun menjadi lebih cair. Tak terkecuali di tim Persebaya saat tegang menjalani kompetisi yang panjang atau sebuah turnamen.
Terjebak Banjir dan Macet di Surabaya, Saksikan Persebaya ke Liga 1 di Bandung
Tidak ada kebahagiaan lain saat ini melihat dan menjadi saksi Persebaya kembali ke kasta tertinggi.
Menunggu Persebaya di Usianya Yang Ke-100 pada Tahun 2027
Sampai kapan pun, Persebaya tidak akan bangkit jika federasi dan manajemen (masih) bobrok.















