Persebaya Masa Depan: Sebuah Keharusan atau Sebatas Harapan?
Masa depan memang tidak ada yang bisa memprediksi karena itu rahasia Sang Pencipta. Tapi tidak akan menjadi dosa bila kita memiliki harapan yang baik. Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, harapan baik adalah doa.
Merayakan Persebaya dengan Perpres No 96 Tahun 2019
Selamat ulang tahun Persebaya ke 96 tahun, tidak terasa hampir 100 tahun Persebayaku berdiri sebagai Tim Sepakbola Indonesia dan salah satu pendiri PSSI beserta 6 klub lain.
Mengkritisi Petugas Keamanan yang Tak Bisa Amankan Laga
Seharusnya panpel juga sudah mempersiapkan segalanya termasuk personel keamanan yang seharusnya ditambah.
Buatlah Sejarah, Persebaya!
Tidak ada tidak mungkin untuk menjadi juara karena Persebaya juga tidak sendirian dalam membuat sejarah baru kembalinya Green Force ke rumahnya yakni Liga 1.
Sikapi Denda Tinggi Persebaya, Mari Galakkan Edukasi
Hasil sidang Komdis PSSI 13 Desember lalu lagi-lagi menyeret nama Persebaya Surabaya. Penyalaan suar yang mengakibatkan laga terhenti serta masuknya penonton ke dalam lapangan menjadi dasar bagi Komdis dalam menjatuhkan hukuman kepada Bajol Ijo berupa denda sebesar Rp 300 juta. Sangat wajar memang, sebab momen tersebut merupakan sebuah selebrasi dan wujud rasa bahagia karena mengakhiri musim dengan finish sebagai tim papan atas.
Menang atau Terpuruk, Persebaya Berharap Papua Connection
Beberapa jam lagi pertandingan awal putaran kedua Liga 1 2018 antara Perseru Serui melawan Persebaya Surabaya akan segera berlangsung di Stadion Marora, Serui. Laga di prediksi tak akan berjalan mudah bagi Tim Bajul Ijo. Karena Tim Kuda Laut Jingga cukup tangguh jika bermain dikandang sendiri. Namun sebaliknya, Green Force dikenal cukup sulit ditaklukkan ketika bermain di kandang lawan.
Apresiasi Panpel, Tribun Jadi Lebih Ramah Wanita dan Anak-Anak
Alhamdulillah, Bonek sudah dewasa. Kinerja panpel menunjukkan peningkatan. Dan yang terpenting, anak-anak serta wanita bisa datang ke stadion dengan aman dan bangga.
Fanatisme Sepak Bola: Gengsi yang Dibawa Sampai Mati
Kelompok suporter tidak rela jika tim idola mereka diejek atau diremehkan. Mereka terkesan membela mati-matian tim yang mereka idola.
Pelajaran 100 Menit di Gelora Bung Tomo
Rachmat Irianto, pemain muda itu, harus melihat Campos melewatinya dengan cara menyakitkan. Setelah itu, Wanggai berlari gembira menikmati sontekan manja ala pemain Kalteng Putra nomor 10 tersebut.
5 Catatan Untuk Bonek 2021-2023
Harapan menjadi lebih baik harus terus ada, karena dari situlah kita bisa berjuang untuk mewujudkannya.















