Persebaya Bukan Segalanya Tapi Selamanya
Makna Persebaya Selamanya menurut saya sangatlah luas dan memiliki banyak arti. Saya sendiri bukan suporter fanatik yang bisa selalu mendukung Persebaya kapan pun dan di mana pun. Saya juga masih sering nonton di televisi dan hanya memberikan support dari jauh. Saya beberapa kali menyaksikan Persebaya berlaga di Gelora Bung Tomo.
Atasi Boling, Usulkan Stop Awaydays (di Jawa) untuk Sementara
Aksi ini dikhususkan untuk laga away di Jawa karena mudahnya Boling mengakses lokasi pertandingan. Berbeda dengan laga di luar Jawa yang membutuhkan biaya besar. Lokasi pertandingan di luar pulau memang secara otomatis mem-filter Boling untuk datang.
Persebaya dan Bonek Menuju Sejarah Baru
Kompetisi tahun 1996/1997, mungkin itulah puncaknya saya begitu menyukai Persebaya dengan The Dream Teamnya era manajer Walikota cak Narto dan pelatih saat itu Rusdi Bahalwan.
Jalan Kaki Tembus Kemacetan, Hanya Saksikan Persebaya di Babak Kedua
Tajuk Big Match dan aroma revans yang di-setting manajemen membuat laga ini spesial. Bonek yang datang pun lebih banyak daripada laga sebelumnya.
Revolusi Bonek, Wani Bukan Ngawur
Inilah pekerjaan rumah terbesar keluarga besar Bonek untuk menata diri. Perlu adanya gerakan besar dan massal untuk kampanye dan sosialisasi agar Bonek berani berubah.
Terus Berjuang Hingga Tuhan Berbisik Waktunya Pulang
Sabtu 25 November 2017, Persebaya sampai pada titik puncak di mana akan menentukan memijakkan kaki di kasta tertinggi Liga Indonesia atau tetap tinggal di kasta kedua.
Menuntut Perbaikan Akses Jalan Menuju GBT
GBT yang mempunyai hingga 55 ribu orang sampai saat ini belum mempunyai akses yang baik untuk keluar masuk stadion.
Motivasi dari Lapangan Karanggayam
Persebaya akan menjalani kembali perjalanan kampanyenya di Liga 1 2018. Di pekan ke-14, Persebaya akan menjamu Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Tuan rumah Persebaya sementara tertahan di peringkat ke-15 dengan perolehan 15 poin dari 12 kali bertanding. Sedangkan Bali United berada di posisi ke-10 dengan poin sejumlah 17 dari 13 kali bermain. Catatan tersendiri bagi Persebaya yang terakhir menang ketika menumbangkan Arema FC Mei yang lalu.
Untuk Pemain Klub Internal: Berjuanglah, Kalian Bisa
Sejarah Persebaya tak bisa dilepaskan dengan sebuah perkumpulan beberapa klub yang saat ini biasa disebut klub internal.
Tujuh Kiat Agar Persebaya Hebat
Sebagai Bonek, saya mendambakan klub yang saya cintai ini bisa menjadi klub hebat dan disegani.















