Tiga Alasan Mengapa Persebaya Harus Memulangkan Andik Vermansah
Sebagai supporter saya jelas menginginkan Andik main di Persebaya. Tapi mungkin manajemen memiliki pandangan lain. Dan sebagai Bonek, saya juga punya pandangan-pandangan kenapa persebaya harus meminang Andik sekarang.
Ku Mau Kau (Persebaya) Seperti Mauku
H-7, Persebaya away ke kota perantauan kami. Segera rekan-rekan Bonek setempat menyalakan mode siaga. Kumpul. Kita akan punya gawe, menyambut rekan-rekan dari seluruh Indonesia yang akan menonton laga ini. Terlebih Tuan rumah menjadi salah satu kandidat juara.
Persebaya ala Papua Tak Masalah, lalu Andik?
Seperti yang telah kita ketahui bahwa empat pemain yang sebelumnya bermain untuk Persipura Jayapura musim lalu dikabarkan merapat ke Persebaya.
Dua Kali Bertemu di Partai Penting, Persebaya vs PSMS Berakhir Adu Pinalti
Persebaya Surabaya yang sudah memastikan lolos ke Liga 1 akan menghadapi PSMS Medan di partai final. Dua tim legenda perserikatan ini harus bertemu di partai penting yang ketiga kalinya sejak 1999.
Analisis Rasio Poin Laga-Laga Persebaya dan Klub-Klub Liga 1
Serupa dengan tulisan analisis saya di berbagai media baik website maupun buku, maka analisis ini pun masih berkaitan dengan perbandingan antara penampilan klub pada laga kandang maupun tandang.
Adam Maulana, Bukti Keberhasilan Kompetisi Internal Persebaya
Kompetisi Internal Persebaya dikenal sebagai produsen pemain masa depan untuk Indonesia.
Sebuah Dilema antara Store dan Skor
Menghuni zona degradasi di putaran pertama liga, merupakan kabar buruk bagi tim mana pun. Termasuk tim kebanggaan saya, Persebaya Surabaya.
Sabar rek, Persebaya Sedang Memupuk Kesuksesan
Dari 28 pemain yang menghuni skuad Green Force, 12 diantaranya adalah pemain yang besar di kompetisi internal yang legendaris itu. Prosentasenya mencapai 42%!
Menunggu Gelora Bung Tomo Yang “Menakutkan”
Di tengah perkembangan elemen-elemen Bonek dengan visual yang ada, saya menunggu kreativitas mereka menjadikan Gelora Bung Tomo sebagai venue yang benar-benar menjelma “pemain ke-12” dan menakutkan bagi tim lain.
Terima Kasih, Cak Renzha!
Tak bisa disuratkan hanya dengan rangkaian kata-kata. Tak mampu harus berkata apa atas yang telah kau suguhkan.















