Kala Tribun Stadion Dibunuh Rating
Maka secara sarkas bisa disebut bahwa rating telah membunuh jadwal ke stadiun para suporter Liga 2.
Tiga Hal Yang Bisa Muncul Jika Laga Tanpa Penonton
Beberapa portal berita dan isu-isu santer yang diberitakan media sosial kali ini membahas kelanjutan Liga 1 dan 2 yang sempat mandek dikarenakan tragedy kemanusian
Pemain Muda, Ciri Khas Persebaya
Persebaya tidak bisa lepas dari pemain muda. Persebaya merupakan sebuah tim yang tidak pernah kehabisan pemain muda berbakat. Dari tahun ke tahun klub kebanggaan Bonek ini terus konsisten mengorbitkan pemain muda tanpa henti. Melalui kompetisi internal, Persebaya mampu mencetak bintang-bintang muda untuk tim nasional Indonesia hingga saat ini. Sebut saja: Evan Dimas, Andik Vermansah, hingga Supriadi. Kualitas mereka tidak perlu diragukan lagi; bahkan dari tahun ke tahun mereka terus menembus tim nasional walaupun sering terjadinya pergantian pelatih.
Musim Depan, Target Juara atau Kejar Asia, Jol?
Sejak kembali berkompetisi pada 2017 lalu, praktis hanya dua piala yang mampir ke Persebaya yaitu Piala Dirgantara dan Liga 2. Tahun ini sebenarnya Persebaya berpeluang menambah piala lagi saat sudah mencapai final Piala Presiden 2019. Namun sayang di partai puncak dikalahkan rival abadi, Arema FC.
Apakah Relevan UU Suporter di Indonesia?
Sudah saya gambarkan sekelumit tentang Football Spectators Act (FSA) 1989 serta regulasi turunannya yang dibikin parlemen Inggris dalam mengatasi problem suporter sepak bola dalam tulisan kemarin di halaman Liga Indonesia, Jawa Pos, berjudul Kapan Kita Punya UU Suporter Sepak Bola?. Pertanyaannya, apakah undang-undang itu relevan dan diperlukan di tanah air?
I Love You, Bigman
Bigman adalah juara 1997 sebagai pemain dan 2004 sebagai pelatih. Salah satu legenda terbesar era Liga Indonesia bagi Persebaya.
92 Tahun Yang Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Tanggal 18 Juni 1927, kita tahu tanggal tersebut adalah tanggal kelahiran sebuah kesebelasan legendaris asal Surabaya. Kesebelasan yang berakar dari SIVB. Walaupun beberapa tahun ke belakang ada perdebatan tentang asal kesebelasan ini. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa kesebelasan ini berawal dari SVB. Tetapi yang diyakini mayoritas suporternya adalah SIVB yang lahir tanggal 18 Juni 1927. Ya, kesebelasan tersebut adalah Persebaya yang memiliki 2 gelar Liga hingga sekarang.
Bentrok di Sragen Bukan Ulah Bonek
Bonek adalah para pendukung Persebaya Surabaya. Titik. Masalahnya, yang bermain melawan Arema Cronus di Piala Jenderal Sudirman bukanlah Persebaya. Melainkan Surabaya United.
Persebaya adalah Ladang Bersyukur dan Kebahagiaan
Orang-orang yang tidak tahu mungkin menganggap cinta Bonek kepada Persebaya hanya membawa kejelekan. Tapi sebenarnya di dalam Persebaya terdapat ladang bersyukur dan kebahagiaan. Cinta sudah mengindahkan semua. Semua yang didasari cinta pasti indah pada akhirnya.
Persebaya Bukan Sekadar Nama
Merayakan hari jadi, di tengah pandemi juga hal yang baru dirasakan di seluruh dunia. Tanpa pesta, potong kue, tiup trompet, hingga menyalakan petasan bukan tradisi Persebaya Surabaya.















