Maksimalkan Fungsi Kartu Persebaya Selamanya
Bonek. Suporter Persebaya yang sangat loyal dan fanatik dalam mendukung klub kesayangannya. Selalu total dan royal mendukung di manapun Persebaya bermain. Juga tidak hanya mendukung saat berlaga tetapi sudah lebih luas lagi berkegiatan sosial dan kemanusiaan.
Berjalanlah Bersama, Kita Persebaya
Persebaya milik semua. Persebaya akan juara dengan berjalan beriringan. Sesuatu yang besar dan hebat hanya bisa digerakkan oleh sebuah persatuan dari yang besar dan hebat pula.
Siklus Kambuhan Persebaya Awal Musim
Drama awal musim Persebaya selalu saja diterpa kekalahan dan hasil kurang memuaskan disetiap laga kandang maupun kandang.
Regulasi Akumulasi: Jika Pelanggaran Terulang, Denda Pasti Melonjak
Cukup mengagetkan juga ketika kemarin malam (27/5) hasil sidang resmi Komisi Disiplin PSSI dirilis di situs resmi PSSI. Sidang yang dilaksanakan pada 26 Mei 2019 tersebut mencatut nama Persebaya Surabaya pada poin ke-5 dengan jenis pelanggaran Pelemparan botol dan penyalaan kembang api sebanyak empat kali. Ya, pada laga melawan Kalteng Putra 21 Mei lalu, berbagai insiden memang terjadi di stadion Gelora Bung Tomo. Namun, nominal hukuman denda yang mencapai Rp 100.000.000 menjadi buah bibir suporter.
Persebaya (Masih) Ada dan Berlipat Ganda
Persebaya tak pernah mati, hanya kehilangan raga. Jiwanya selalu di sini, di dalam raga Bonek.
Perjuangan Persebaya
Bicara tentang Surabaya adalah bicara tentang Persebaya, Bonek, dan kecintaan warga Surabaya terhadap Persebaya itu sendiri. Persebaya dengan warga Surabaya seakan tak bisa dipisahkan, selalu ada dalam segala pembicaraan di kantor, warung kopi, bahkan kampus.
Pesona Hansamu Yama, Benteng Tangguh Langganan Timnas
Hansamu Yama lahir dari keluarga asal Mojokerto Jawa Timur pada 16 Januari 1995. Pria berumur 25 tahun ini berdarah Jawa asli, namun nama yang dimilikinya memiliki kaitan seperti menggunakan bahasa Jepang. Banyak yang berpendapat bahwa Hansamu memiliki darah campuran Jepang. Padahal ketika melihat secara langsung anggapan itu akan lenyap seketika. Karena Hansamu sama sekali tidak memiliki wajah mirip seperti orang Jepang pada umumnya.
Merawat Ingatan: Tangisan Itu Bernama Persebaya
Surabaya tidak pernah kehabisan kisah-kisah kepahlawanannya, sejak era Majapahit dengan Ujung Galuhnya, perang kemerdekaan 10 November 1945 hingga yang terakhir sejarah mencatat perjuangan Arek-Arek Bonek membangkitkan Persebaya yang mati suri selama kurang lebih lima tahun lamanya.
Sudah Saatnya Persebaya Punya Museum Sendiri
Persebaya sebagai bagian dari aset Kota Surabaya bisa bekerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk mewujudkannya.
Bonek Itu Menakutkan, Benarkah?
Sebagian masyarakat ketika mendengar kata “Bonek” mungkin yang terlintas dalam pikiran mereka adalah kerusuhan, pembuat onar, dan menakutkan.















