Persebaya Harus Jadi Klub Profesional Sejati
Persebaya di masa depan harus benar-benar menjadi klub sepak
Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu, Persebaya!
Keempat gol dari Persebaya dicetak oleh empat pemain berbeda. Berbeda dalam hal ini adalah daerah asal dari para pemain.
Om, Kami Juga Mbonek Lo
Oh iya om, katanya orang-orang, bener nggak sih om kalau stadion itu tempat yang berbahaya buat anak kecil kayak kami-kami ini yang pingin sekali datang ke stadion untuk merasakan yang om rasakan?
Kritik Adalah Tanda Cinta Untuk Kebanggaan
Setiap orang harus berani mengatakan sesuatu yang buruk sebagai buruk bahkan walau tidak atau belum tahu solusinya seperti apa.
Apa Kabar Karanggayam
Apa kabar Karanggayam, Sang nafas dan jantung pendetak perjalanan sejarah panjang
Catatan Kecil dan Evaluasi untuk Persebaya dan Bonek
Ada beberapa catatan menarik setelah pertandingan melawan PSIM. Catatan ini bisa jadi evaluasi bersama antara panpel pertandingan, pihak keamanan, dan Bonek itu sendiri.
Beradaptasi dengan Sepakbola Era Pandemi
Beradaptasi dengan sepakbola diera pandemi memang tak mudah, apalagi menahan nafsu untuk tidak hadir ke stadion.
93 Tahun Persebaya, Perayaan Sederhana dan Berbeda, Namun Penuh Makna
Di tahun ini, ulang tahun Persebaya menurut penulis sensasinya berbeda. Namun makna yang dihasilkan lebih terasa dan mengena ke seluruh Bonek-Bonita termasuk yang penulis rasakan. Akibat adanya pandemi Covid-19, kita tentu tidak bisa bertemu dengan jumlah orang yang banyak atau bahkan berkerumun. Apalagi kasus positif Covid-19 di Surabaya masih tertinggi di Jawa Timur dan masuk wilayah zona merah.
50 Gol Persebaya Hingga Bulan Juli 2019
Tahukah Anda kalau ternyata Persebaya Surabaya sudah mengemas 50 gol dan kebobolan 24 gol di semua kompetisi (Piala Indonesia 2018/19, Piala Presiden 2019 dan Liga 1 2019) di hitung sejak bulan Januari 2019 hingga bulan Juli 2019 melawan Barito Putra (09/07). Pencetak gol ke-50 Persebaya Surabaya untuk tahun 2019 adalah Manucheckr Dzhalilov.
93 Tahun Persebaya, Menjaga Konsistensi di Jalur Prestasi, Bukan Mentradisikan Tragedi
Ingatan itu masih terekam betul di otak kepala saya tatkala usia-usia antara menginjak kelas lima sampai enam SD. Sepak bola dan bermain bola ala kadarnya dengan rekan-rekan sejawat menjadi salah satu memori manis yang tak akan pernah usai sekadar untuk dikenang.















