Memaknai Rivalitas Melalui Pandangan Sanada dan Masamune
Tragedi Kanjuruhan membawa revolusi besar – besaran antar berbagai supporter di Indonesia. Salah satu yang paling jelas terjadi adalah berdamainya beberapa kelompok supporter di Indonesia, mulai dari berdamainya supporter Jogja – Solo – Sleman, hingga supporter asal Pati – Kudus – Jepara.
Song For Pride, Lagu Kebanggaan yang Tak Boleh Hilang Taji
Saya mungkin satu-satunya orang yang gagal paham tentang esensi arti "Song for pride" dan lupa cara penghormatan pada ke-khusyukan-nya. Dan saya pula orang yang paling alay dan lebay ketika mengetahui lagu itu tak lagi bertaji dihadapan tamu seperti Semeton Bali united pada 7 Juli 2018 lalu.
G10N Rumah Yang Berhati Nyaman
Kini, harapan besar proses harmonisasi sama - sama tumbuh dan berkembang seperti kelopak bunga serta mahkota bunga
Sebar Cinta Bonek Pada Semua
Di antara sisi-sisi perjuangan, ternyata justru terus bergulir pengikisan dosa dengan bergiat "menyapa" masyarakat dengan kecintaan yang sedikit demi sedikit menunjukkan wajah Bonek yang hakikatnya adalah cinta.
Kalimantan yang Tak Bersahabat Bagi Persebaya
Kalimantan seolah menjadi mimpi buruk dalam segala lawatan Persebaya di musim 2018 Liga 1.
Fanatisme Sepak Bola: Gengsi yang Dibawa Sampai Mati
Kelompok suporter tidak rela jika tim idola mereka diejek atau diremehkan. Mereka terkesan membela mati-matian tim yang mereka idola.
Persebaya Kalah Lagi, Apakah AV Layak Dipecat?
Pertandingan melawan Persib Bandung menjadi saksi bagaimana tuan rumah Persebaya menjadi bulan-bulanan tamunya. Dari layar kaca, komentator Valentino Simanjuntak dan bung Binder Singh berkali-kali berkata tentang seru dan menghiburnya match itu. Serangan memang silih berganti terjadi dari kedua kubu. Tapi saya melihatnya tidak demikian. Pemandangan yang terlihat adalah bagaimana keroposnya lini pertahanan Bajul Ijo, lalu terlalu “liarnya” lini tengah, yang sering terlepas kontrol sehingga terlambat turun. Lini depan juga kurang tajam terlihat dari jumlah gol yang tercipta. Itulah gambaran yang terjadi pada 45 menit awal di Gelora Bung Tomo Surabaya malam tadi.
Sinergi Klub Internal, Investor, dan Bonek
Andaikan saya berada di manajemen PT Persebaya Indonesia (PI), saya akan mengalihkan 30 persen saham ke pihak lain
Jangan Lagi Ada Gas Air Mata di Antara Kita
Rabu sore itu, 4 Oktober 2017 di Jember, pertandingan dimulai tetapi berita panas santer terdengar di luar stadion. Hubungan Bonek dengan PSHT sedang panas-panasnya. Seperti biasa media sosial milik akun Bonek bertaburan pesan-pesan kewaspadaan buat Bonek yang berangkat ke sana. Ribuan Bonek yang tak pernah bisa membiarkan tim Persebaya berjuang sendirian sadar bahwa daya tampung di Stadion Jember Sport Garden tidaklah mampu menampung semua. Tapi cinta tetaplah cinta.
Persebaya Sak Lawase
Persebaya itu yo Bonek. Orang yang lahir dan hidup di Surabaya pastilah mengaku suportere Persebaya alias Bonek. Masio gak ngerti bal balan, opo maneh sing gak iso main bal balan. Sing jelas lak mesti ngaku Bonek. Opo maneh Bonek saiki bedo karo jamanku pas sekolah biyen.















