Antara Conte, Iwan Setiawan, dan Lambang Persebaya di Dada
Memang Bonek tidak lebih besar daripada nama Persebaya itu sendiri. Pun juga prestasi tidak mampu didapat secara instan. Namun alangkah baiknya jajaran manajemen mampu cepat dan tanggap membaca situasi tim (tanpa mengurangi rasa hormat kepada apa yang telah manajemen berikan untuk membantu menyelamatkan Persebaya).
Meski Iwan Berulah, Menang Kalah Tetap Dukung Persebaya
Di benak penulis, mungkin juga benak yang lain, berpendapat mungkin Iwan belum paham sepak bola Surabaya, Persebaya, dan Boneknya.
Banyak Pelatih Bagus, Mengapa Dulu Manajemen Pilih Iwan Setiawan?
Saya heran mengapa dulu Persebaya langsung mengontrak coach Iwan Setiawan ya? Apa pertimbanganya? Apa karena terburu-buru tidak dapat pelatih atau bagaimana?
Plus Minus Tim Lawan Pakai GBT untuk Jamu Persebaya
Memasuki pekan ke-2 Liga 2 musim 2017, mulai marak perubahan jadwal yang merugikan klub-klub peserta.
Benahi Mental Anda atau Persebaya “Menthal”
Bukan mental pemain saja yang harus dibenahi, namun mental Coach Iwan sendiri juga harus betul-betul dibenahi.
Dua Hal Yang Perlu Dievaluasi Panpel Pasca Home Pertama
Beberapa catatan, saya berikan untuk manajemen Persebaya. Baik itu catatan positif maupun negatif.
Debut Persebaya Buktikan Pepatah Tong Kosong
Laga debut pertama Persebaya yang berakhir imbang membuktikan bahwa pepatah “Tong Kosong Nyaring Bunyinya” itu memang benar.
Press Release Bonek Jogja untuk Ponorogo
Mendengar ratapan dari sedulur di Ponorogo membuat Bonek Jogja memandang perlu mengadakan penggalangan dana untuk kemudian disalurkan ke tempat penampungan sesuai dengan kebutuhan di sana.
Pernyataan Iwan Setiawan dan Potensi Rasisme
Bukan tanpa alasan penulis memberi justifikasi bahwa Iwan telah melakukan tindakan rasisme.
‘Orde Dikte’ Sepak Bola, Gelinding PSSI dan Industri Televisi
Sekali lagi penulis tidak menampik kebutuhan PSSI untuk mendanai federasi, akan tetapi mustilah dengan melihat kebaikan bersama yang tentu melibatkan suporter klub juga.













