Engkus Kuswaha-Dicky Prayoga, Dua Pemain PSIM yang Wajib Diwaspadai Persebaya

EJ – PSIM Yogyakarta yang akan menjadi calon lawan Persebaya di Grup 5 Liga 2 2017 terus menggelar pertandingan uji coba jelang kick-off Liga 2 yang tinggal beberapa pekan lagi. Pada akhir pekan kemarin, Laskar Mataram melakoni tur pramusim ke Jawa Tengah untuk memanaskan mesin. PPSM Magelang dan PSCS Cilacap dipilih sebagai lawan untuk mengukur kualitas permainan Engkus Kuswaha cs.

Dari dua laga tur Jawa Tengah yang dilakoni PSIM akhir pekan lalu, Laskar Mataram gagal meraih kemenangan. Di Magelang, PSIM takluk 0-1 oleh tuan rumah, PPSM. Sementara saat melawat ke Cilacap, anak asuh Erwan Hendarwanto ditahan imbang PSCS dengan skor 1-1.

Dari dua hasil minor yang diperoleh PSIM dalam dua laga uji coba kemarin, sangat kentara bahwa Laskar Mataram memiliki masalah pada sektor pertahanan. Pada dua laga melawan PPSM dan PSCS, Erwan menurunkan formasi yang sama, yakni 4-2-3-1.

Erwan sepertinya belum menemukan komposisi terbaik di sektor belakang. Saat melawan PPSM, Erwan menurunkan duet bek tengah Tri Wahyu dan Nurdiansyah. Hasilnya, PSIM kalah lewat gol tunggal pemain PPSM Wildan Maulana di menit ke-51. Kemudian saat bertandang ke Cilacap, Erwan mengganti duet bek tengah dengan dua bek utama PSIM, yaitu Ahmad Taufik dan Edo Pratama. Meski tetap kebobolan satu gol oleh PSCS, namun permainan Taufik dan Edo lebih baik dari sebelumnya.

Meski lini belakang PSIM sedang mengalami masalah, namun PSIM tetap menyimpan potensi bahaya. Di Liga 2 nanti, Laskar Mataram dipastikan akan diperkuat oleh dua pemain berpengalaman, yaitu Engkus Kuswaha dan Dicky Prayoga. Dua pemain tersebut disimpan saat melawan PPSM. Namun keduanya diturunkan sejak menit pertama saat melawan PSCS.

BACA:  Persepam MU dan PSBI Raih Kemenangan di Kandang

Pada laga melawan PSCS, Engkus berhasil mencetak satu gol untuk PSIM. Sementara Dicky Prayoga berkali-kali merepotkan lini belakang PSCS berkat permainan lincahnya di sektor sayap kanan Laskar Mataram. Bisa dibilang, Engkus dan Dicky adalah dua pemain PSIM yang paling berbahaya. Secara teknik dan pengalaman, keduanya paling menonjol diantara penghuni skuad PSIM lainnya.

Selain Engkus dan Dicky, PSIM masih mempunya senjata rahasia pada sosok gelandang muda Hendika Arga. Ditempatkan sebagai gelandang serang di belakang Engkus Kuswaha, Arga memiliki visi permainan yang bagus serta umpan-umpannya pun cukup akurat. Kekuatan PSIM di Liga 2 nanti kemungkinan bertambah karena mantan penyerang timnas U-19, Martinus Novianto diberitakan akan merapat ke Laskar Mataram. Kabarnya, klub Martinus saat ini, Bali United, berencana meminjamkannya ke salah satu klub Liga 2. (rvn)