Jangan Pernah Lelah Menjadi Persebaya

Foto: Chandsoe/EJ

Jangan pernah lelah menjadi Persebaya, judul tersebut saya ambil karena menjadi Persebaya tidaklah mudah. Menjadi komponen dari Persebaya baik itu sebagai suporter, manajemen, pemain hingga pelatih sangat tidak mudah dan mempunyai tantangan sendiri-sendiri.

Menjadi manajemen, pemain dan pelatih Persebaya tentu sangat susah. Dengan basis suporter yang sangat besar tentu melahirkan ekspektasi yang tinggi terhadap Persebaya. Begitu prestasi dan performa tim Persebaya merosot, suporter tentu akan protes dan tidak terima. Beban untuk menjaga nama Persebaya sebagai salah satu tim legendaris yang sarat prestasi di Indonesia tentu sangat sulit dan berat.

Menjadi suporter pun juga susah. Bonek yang merupakan suporter Persebaya yang sangat militan mendukung tim kebanggaanya. Namun, selalu distigmatisasi sebagai suporter berandalan, suporter gelandangan, suporter susah diatur dan selalu bikin kisruh, ricuh dan pembuat onar. Sialnya, stigmatisasi tersebut telah digeneralisir bahwa setiap pendukung Persebaya adalah Bonek dan setiap Bonek adalah pasti susah diatur, tidak bisa tertib, pembuat onar, pembikin ricuh dan berbagai stigma negatif lainnya. Padahal, akhir-akhir ini berbagai pihak baik itu dari Persebaya, sponsor dan komunitas-komunitas Bonek itu sendiri sedang melakukan usaha ekstra untuk mematahkan stigma negatif yang melekat pada Bonek dengan berbagai cara.

Memang tidak dipungkiri ada beberapa orang yang tidak bertanggungjawab, melabeli dirinya sendiri sebagai Bonek, namun tanpa disertai dengan bentuk tanggungjawab sebagai Bonek yang membawa nama Bonek itu sendiri, nama Persebaya dan nama kota Surabaya. Bisa dikatakan bahwa begitu kau melabeli dirimu sebagai Bonek saat itu juga dirimu menjadi seorang agen atau duta bagi Bonek, Persebaya, dan Kota Surabaya yang bertugas untuk menjaga nama baik tersebut.

Mematahkan stigma negatif tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah tugas kita bersama. Edukasi barangkali bisa menjadi sarana terbaik untuk menumbuhkan generasi emas Bonek Mania di masa kini dan masa mendatang, Pendidikan sejak dini dan campaign bisa menjadi ujung tombak untuk mematahkan stigma negatif terhadap Bonek.

BACA:  Surat Terbuka untuk Manajemen, Staf Pelatih, dan Pemain Persebaya

Persebaya bisa secara rutin seminggu sekali atau dua kali rutin mendatangani sekolah-sekolah dari tingkat paling dini hingga ke Universitas untuk campaign dan edukasi mengenai “Menjadi Bonek yang Mbois”. Selain meningkatkan nilai jual Persebaya dan mendekatkan diri ke Masyarakat, Persebaya juga turut serta dalam hal edukasi kepada generasi muda Bonek Mania, misal No Tiket No Game, taat hukum, anti rasisme, semangat seduluran dan lain sebagainya. Sehingga output yang diharapkan adalah tidak ada lagi pihak yang mencoba memanfaatkan nama Bonek untuk kepentingan pribadinya, mentang-mentang Bonek, Bondo Nekat, maka menjadi ditakuti orang lain, berhak untuk mencuri dan menjarah.

Mumpung Persebaya saat ini di-support oleh Jawa Pos yang tidak lain adalah pihak yang “patut disalahkan” atas pelabelan nama Bonek (Bondo Nekat) dan pemantik semangat fanatisme luar biasa terhadap Persebaya. Maka saya rasa Jawa Pos saat ini juga harus lebih ikut bertanggung jawab untuk mematahkan stigma Bonek menjadi lebih baik.

Kemudian, setelah dipastikan menjadi juara Liga 2 dan akan berkompetisi di Liga 1, liga tingkat tertinggi di negeri ini, sudah siapkah Persebaya dengan segala komponennya menatap Liga 1 musim depan? Banyak tantangan ke depan mulai dari perizinan, suporter, kesiapan komposisi pemain, masalah club lisensi, masalah dengan operator liga itu sendiri, keuangan, sponsor dan lain sebagainya.

Tidak mudah memang, perlu waktu pastinya, lelah tentu saja. Inilah mengapa menjadi Persebaya itu tidak mudah. Tapi perlahan namun pasti, selama berada dalam track yang benar menuju ke arah yang lebih baik. Saya rasa berbagai persoalan ke depan bisa diatasi karena Persebaya sudah sangat akrab dengan yang namanya Perjuangan.

Sesuai dengan jargon Persebaya selama ini yaitu, WANI. Masalah apapun harus dihadapi dengan berani. Mari kita bersama-sama menguatkan kebersamaan dalam mensuport Persebaya, mendampingi Persebaya apapun kondisinya. Kita semua sudah teruji dalam hal ini dan harus terus dijaga.

Maka, jangan pernah lelah menjadi Persebaya. Salam Satu Nyali, Wani!

Facebook Comments