PSSI Zaman Now
Sejenak cooling down membahas Persebaya dengan segala hiruk-pikuk di dalamnya. Bolehlah sedikit menikung tajam membahas sesuatu yang lebih serius untuk disuarakan. Betul sekali, PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).
Persik Mania Dukung Bonek Sukseskan Gruduk Jakarta
Saat kau berjuang demi kebangkitan Persebaya, kami selalu hadir untuk mengawal bersama.
Perlukah Pelarangan Flare Dalam Stadion?
Stadion bukan hanya milik mereka yang hobi menyalakan flare namun juga milik kakek, nenek, wanita, anak-anak yang tentu saja menginginkan atmosfer pertandingan yang aman dan nyaman.
GN Rilis Official T-shirt Merchandise, Tembus hingga 1.000 pcs lebih
Sejak diluncurkan Senin (4/9), setidaknya 300 orang lebih mengantri di setiap store yang merilis kaos bertajuk GN Logo.
Boxing Day dan Dilema Logo Persebaya
Logo baru dipakai mulai awal perjuangan melawan rezim yang mematikan dan menenggelamkan klub Persebaya.
Pemain Muda, Ciri Khas Persebaya
Persebaya tidak bisa lepas dari pemain muda. Persebaya merupakan sebuah tim yang tidak pernah kehabisan pemain muda berbakat. Dari tahun ke tahun klub kebanggaan Bonek ini terus konsisten mengorbitkan pemain muda tanpa henti. Melalui kompetisi internal, Persebaya mampu mencetak bintang-bintang muda untuk tim nasional Indonesia hingga saat ini. Sebut saja: Evan Dimas, Andik Vermansah, hingga Supriadi. Kualitas mereka tidak perlu diragukan lagi; bahkan dari tahun ke tahun mereka terus menembus tim nasional walaupun sering terjadinya pergantian pelatih.
Pemkot Pilih Benahi Taman Ketimbang Urusi Persebaya
Kenyataannya, Pemkot malah tidak memperhatikanmu.
Ketidaksinkronan Visi Presiden Persebaya dengan Visi Alfredo Vera
Presiden Persebaya, Azrul Ananda, adalah salah satu orang yang visioner. Ia menyukai pembinaan usia muda dan lebih mementingkan proses ketimbang hasil. Namun visi sang presiden tak bisa diterjemahkan pelatih Alfredo Vera di lapangan. Ia menyukai pemain tua dan merekrut pemain-pemain yang telah dikenalnya. Alfredo salah menerjemahkan “proses” dengan membongkar-bongkar formasi. Anehnya, Azrul membiarkannya.
12 Gol ke Jala Persebaya Sore Itu, Sebuah Sejarah Berharga
Minggu, 21 Februari 1988 akan selalu menjadi hari yang bersejarah bagi Persebaya Surabaya sampai kapanpun. Pertandingan di Gelora 10 November, Tambaksari sore itu seharusnya sebuah “tragedi” bagi kubu Bajol Ijo. Namun kondisi anomali justru terjadi di stadion.
Tak Ada Yang Abadi di Persebaya
Dan untuk pemain yang pergi, kami ucapkan terimakasih sudah menjadi warna tersendiri dihati kami, kejar karirmu setinggi mungkin.















