Persebaya Akan Baik Jika Sekelilingnya Baik
Sesuatu akan baik jika sekelilingnya juga baik. Sebuah kalimat klise yang akan terus digunakan oleh orang-orang untuk menjelaskan sesuatu dengan cara sederhana, mencakup banyak topik termasuk tim sepak bola seperti Persebaya Surabaya.
Musim Depan, Target Juara atau Kejar Asia, Jol?
Sejak kembali berkompetisi pada 2017 lalu, praktis hanya dua piala yang mampir ke Persebaya yaitu Piala Dirgantara dan Liga 2. Tahun ini sebenarnya Persebaya berpeluang menambah piala lagi saat sudah mencapai final Piala Presiden 2019. Namun sayang di partai puncak dikalahkan rival abadi, Arema FC.
Bonek Dan Harapan Yang Nyata
Menjadi suporter sepakbola seperti Bonek bagi kebanyakan kalangan bukan lagi hanya sebatas menonton Persebaya berlaga.
Bersinergilah Untuk Sebuah Kebanggaan Kota Surabaya
Pada musim kompetisi sekarang nama Surabaya akan terus di baca oleh banyak orang dengan bibit muda yang luar biasa dan maka seharusnya pemerintah kota Surabaya menjaga
Persebaya, Sang Le93nda
Legenda itu bernama Persebaya Surabaya, yang didirikan oleh M. Pamoedjie pada 18 Juni 1927. Kala itu masih bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB).
Bonek Tak Boleh Kalah Melawan Hoax
Bonek harus peka dengan keadaan, harus mengembangkan naluri sensor dalam dirinya.
Pemain Asing Asia Persebaya Boleh Lebih Dari Satu
Persebaya Surabaya resmi menambah amunisi pemainnya untuk putaran kedua Liga 1 2019. Adalah Aryn Williams, gelandang bertahan berpaspor Australia dan juga jebolan tim Inggris Burnley yang dua musim terakhir bermain di India. Tak ayal, muncul spekulasi terkait pemain yang dicoret Persebaya seperti Manuchekhr Dzhalilov karena jatah slot pemain asing Asia. Sebenarnya, bagaimana aturan pemain asing?
Ayo Bangkit Persebaya!
Ketahuilah bahwa hanya Boneklah yang selalu setia menjaga dan menemani Persebaya dalam keadaan apapun. Sekali lagi dalam keadaan apapun. Jangan jauhkan Bonek dengan Persebaya. Tidak akan pernah bisa memisahkan hal tersebut. Percayalah.
Jangan Bikin Malu Surabaya!
Pitch invasion, menyalakan flare dan petasan dalam suatu pertandingan hanyalah suatu sentilan kecil bagi manajamen, staff pelatih, dan pemain Persebaya jika dibandingkan dengan protes yang dilakukan para bonek terdahulu. Hal itu mengingatkan pertemuan saya dengan salah seorang legenda Persebaya yang membawa gelar juara pada 1988 yaitu Yongki Kastanja pada 2017 lalu. Saat itu saya diutus oleh panitia Mahakarya 2 Bonek Campus untuk mewawancarai serta mengundang kehadiran beliau dalam acara tersebut.
Pelajaran 100 Menit di Gelora Bung Tomo
Rachmat Irianto, pemain muda itu, harus melihat Campos melewatinya dengan cara menyakitkan. Setelah itu, Wanggai berlari gembira menikmati sontekan manja ala pemain Kalteng Putra nomor 10 tersebut.















