Sosios di Persebaya, Bisakah Diterapkan? Bisa!
Ketika dulu mendengar socios diterapkan Real Madrid, Barcelona, Athletic Bilbao, dan Osasuna, rasanya itu konsep yang sangat memikat.
Meletakkan “Maling Gorengan” Pada Tempatnya
Sekiranya istilah maling gorengan muncul ketika Bonek yang melaksanakan awaydays nan bersamaan dengan pemberitaan negatif tentang Bonek. Tidak naif, memang begitulah kami. Bonek, suporter Persebaya, yang diakui maupun tidak adalah barometer suporter sepak bola pertama dan terbesar di Indonesia. Namun, apakah kami bangga? Bisa iya, mungkin saja tidak. Sebagaimana maling gorengan yang ditujukan kepada kami, bisa marah, mungkin saja kami banyak tertawanya, ha ha ha.
Surat Pendek untuk Persebaya: Berjuanglah dan Jangan Takut!
“Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola” secara tegas sudah dikatakan Djadjang Nurdjaman dan juga Irfan Jaya. Ada rasa optimis dan keyakinan yang kuat untuk berbuat sesuatu yang lebih. Irfan Jaya menambahkannya dengan kalimat “Lupakan laga leg pertama, fokus ke Malang”.
Surat Terbuka untuk Manajemen, Staf Pelatih, dan Pemain Persebaya
Kepada seluruh jajaran manajemen, staf pelatih dan pemain Persebaya.
Bagaimana kabar kalian semua? Semoga kalian sehat semuanya dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin
Babak 8...
Bonek Dan Harapan Yang Nyata
Menjadi suporter sepakbola seperti Bonek bagi kebanyakan kalangan bukan lagi hanya sebatas menonton Persebaya berlaga.
Melarang Bonek Datang, Melanggar Regulasi AFC
Persebaya akan menjalani laga tandang pertama mereka di liga 1 melawan tuan rumah Persela Lamongan pada 30 Maret 2018. Namun sayangnya, pihak panpel di Lamongan melarang Bonek mendampingi Persebaya.
93 Tahun sebagai “93netik Pembeda”
Persebaya terlahir dengan 93netik pembeda, tahu kenapa? Dia selalu hadir pada momen-momen istimewa dan dibutuhkan.
Dulu Disegani Sebagai Pendiri, Kini Dibenci Federasi
Engkau saksi sejarah yang seharusnya dihargai oleh mereka-mereka yang membuangmu
Konsistensi Spirit “Satu Nyali Wani” Bonek di Tengah Perjumpaan Suporter Casual dan Tradisional
Disatukan lewat kalimat prinsipil solidaritas bersama, yakni “Salam Satu Nyali, Wani!”, mereka telah menjelma menjadi tidak hanya segerombolan pemadat tribun, melainkan ruh dan jiwa bagi dinamika Persebaya.
Persebaya Butuh Suporter Cerdas, Kreatif, dan Dewasa
Untuk membuat Persebaya lebih baik, diperlukan suporter yang cerdas, kreatif, dan dewasa. Kita tahu bahwa Bonek sudah memiliki itu semua.















