Menyelesaikan Dilema Lini Depan Persebaya
Sudah lama kita menanti kehadirannya. Setelah sekian pekan menepi akibat cedera, wajah yang nampak familiar itu melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Tak lama kemudian, ia turun gunung disambut teriakan riuh penonton. Prosesnya sederhana: sebuah umpan lambung, bola spekulatif dari Mokhamad Syaifuddin. Bola menggantung di udara dengan canggung. Steven Paulle, palang pintu bongsor PSM Makassar, bangkit meraih bola.
Mbonek Pertama Kali: Berjuang Nonton Celebration Game
Singkat cerita pada laga Celebration Game atas keberhasilan Persebaya menjuarai Liga 2 itulah pertama kali saya datang ke stadion untuk menonton sang kebanggaan.
Dagelan Turnamen Pramusim
Perhelatan Piala Gubernur Jatim tahun ini merupakan kompetisi pramusim yang sungguh greget. Bagaimana tidak? Sedari awal saja para klub kontestan di-press tenaganya yang jeda waktu istirahat hanya 2 hari. Ini sungguh riskan terhadap pemain profesional sekalipun. Di sisi lain piala pramusim ini hanya diikuti oleh beberapa klub Jawa Timur. Bahkan sangking sakleknya sampe mengundang klub dari Ibu Kota dan salah satu klub Malaysia, yakni Sabah FA.
Menanti Striker Asing Yang Tak Kunjung Tiba
Melihat hasil Piala Presiden, sektor depan khususnya striker masih kurang tajam.
Musuh Kita Iwan Setiawan, Bukan Persebaya
Jangan biarkan Persebaya berjuang sendirian dan apapun yang terjadi Bonek akan selalu mendukungmu wahai Persebaya!
Meletakkan “Maling Gorengan” Pada Tempatnya
Sekiranya istilah maling gorengan muncul ketika Bonek yang melaksanakan awaydays nan bersamaan dengan pemberitaan negatif tentang Bonek. Tidak naif, memang begitulah kami. Bonek, suporter Persebaya, yang diakui maupun tidak adalah barometer suporter sepak bola pertama dan terbesar di Indonesia. Namun, apakah kami bangga? Bisa iya, mungkin saja tidak. Sebagaimana maling gorengan yang ditujukan kepada kami, bisa marah, mungkin saja kami banyak tertawanya, ha ha ha.
Renungan HUT ke-91: Persebaya adalah Emosi Jiwaku
Dua hari lagi, tim kebanggaan kita semua akan merayakan hari jadi yang ke-91. Namun, ada nuansa keprihatinan yang dirasa saat Persebaya akan berulang tahun, yaitu masuknya Green Force ke zona degradasi.
Kereta Itu Bernama Persebaya
Gemas, kesal, marah. Begitulah yang dirasakan oleh jutaan Bonek di tanah air jelang pergantian tahun 2019. Wacana transfer pemain yang serba buram dan lepasnya dua anak emas binaan Persebaya menjadi bukti nyata bahwa perasaan itulah yang saat ini ada di hati Bonek di seluruh Indonesia.
Menerka, Jika Kesepakatan Bagong Tak Dipenuhi
Ada Aksi, selalu ada Reaksi. Begitulah hukum alam terjadi. Tidak mungkin melakukan reaksi, jika tidak ada aksi. Itulah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya Kesepakatan Bagong yang digagas oleh para Bonek.
Sponsor Seperti Apa Yang Dibutuhkan Persebaya?
Bicara soal sepak bola tentunya tidak luput dari pembahasan jersey dan sponsor. Karena pada umumnya dua hal tersebut adalah saling berkaitan, terlebih pendanaan dari sponsor kini menjadi prioritas utama (setelah tidak diperbolehkannya APBD untuk menghidupi klub) selain pemasukan melalui penjualan tiket pertandingan.















