Senyum dari Surga untuk Perdamaian Bonek-Lamongan Fans
Pertandingan antara Persebaya kontra Persela di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (5/8) kemarin, menegaskan rujuknya suporter kedua tim. Bonek dan Lamongan Fans dengan penuh kegembiraan sama-sama berjingkrak merayakan pertandingan.
Ternyata, Bejo-lah yang Buat GBT Angker
Melalui tangan dingin pelatih caretaker, Bejo Sugiantoro, Persebaya membuktikan diri sebagai tim Liga 1 yang patut diperhitungkan, dan itu seharusnya sudah terjadi sejak musim ini mulai digelar
Move On Bonek, Move On Bajol Ijoku
Melihat klub kebanggaan terpuruk, jujur hati ini ikut berkecamuk. Saya sebagai suporter tidak merasa menjadi yang paling Bonek, tapi saya meyakini satu hal bahwa klub kebanggaan saya tidak pantas seperti ini.
Dukunglah Persebaya dengan Cinta Sejati
Jacksen F Tiago! Aji Santoso! Rahmad Darmawan! Kurang lebih nama-nama itulah yang dominan muncul sebagai sosok yang diteriakkan dengan lebih kencang untuk menggantikan coach AV semenjak Persebaya menelan kekalahan dari Persib. Belum lagi nama Andik Vermansah yang juga ikut disebut kembali, bersama dengan nama-nama pemain tenar lainnya, yang sedang bersinar bersama klubnya masing-masing.
Sejarah Penggantian Pelatih-Pelatih Persebaya
Suasana baru bakal dirasakan oleh para punggawa Persebaya Surabaya di dua pertandingan awal paruh kedua liga musim 2018 ini. Seperti apa yang dikatakan oleh Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, bahwa sudah dipastikan untuk menghadapi Persela Lamongan (5/8) dan Barito Putera (12/5) Rendi Irwan dkk akan dilatih sementara oleh Bejo Sugiantoro, pelatih Persebaya Surabaya U-19. Semoga hasilnya memuaskan sebelum akhirnya mengangkat pelatih tetap berlisensi A. Aamiin!
Sejenak Meluangkan Waktu untuk Alfredo Vera
Meski meninggalkan Persebaya dalam kondisi yang kurang mengenakkan, namun ingatan tentang sosok Alfredo Vera bukan hanya tentang kekalahan dan keterpurukan.
Teruntuk Suporter, Selamat Hari Merdeka
Dirgahayu Indonesia, selamat merayakan hari kemerdekaan bagi kita semua. Hari paling bersejarah, hari di mana bangsa Indonesia mendapatkan hak-haknya sebagai negara yang berdaulat. Merdeka, sesuatu yang tidak hanya didapat namun juga harus dijaga. Dan kita sebagai kaum suporter juga harus merdeka tentunya, baik dari perlakuan maupun pola pikir.
Ketidaksinkronan Visi Presiden Persebaya dengan Visi Alfredo Vera
Presiden Persebaya, Azrul Ananda, adalah salah satu orang yang visioner. Ia menyukai pembinaan usia muda dan lebih mementingkan proses ketimbang hasil. Namun visi sang presiden tak bisa diterjemahkan pelatih Alfredo Vera di lapangan. Ia menyukai pemain tua dan merekrut pemain-pemain yang telah dikenalnya. Alfredo salah menerjemahkan “proses” dengan membongkar-bongkar formasi. Anehnya, Azrul membiarkannya.
Evaluasi atau Degradasi, Kebijakan Transfer “Aneh” Alfredo yang Membuat Persebaya Terpuruk
Mengawali kiprahnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah vakum selama 7 tahun, Persebaya sempat memunculkan asa kalau tim ini akan berbicara banyak di kompetisi Liga 1. Di laga pembuka Green Force berhasil membungkam tamunya Perseru Serui dengan skor tipis 1-0 lewat sontekan manis legiun asing nya asal Argentina, Robertino Pugliara. Sempat dikritik di awal kedatangannya karena sudah memasuki usia uzur untuk ukuran pesepakbola profesional yaitu 34 tahun. Tapi penampilannya kala itu membungkam semua kritik yang tertuju padanya. Hingga saat ini, pemain bernomor punggung 10 tersebut menjadi pemain yang paling konsisten dan stabil diantara pemain lainnya dengan kontribusi 1 gol dan 2 assist (dikutip situs resmi liga-indonesia.id).
Liga 1 yang Tak Bersahabat, Selamatkan Persebaya!
Awalan musim Liga 1 akan digelar, manajemen dengan meledak-ledak menargetkan 5 besar, sebuah target minimalis bagi tim sebesar Persebaya. Rupanya manajemen tahu diri akan hal itu, terbukti, hingga pekan ke 18 Persebaya berkutat di peringkat 14, sebuah pemandangan miris dengan latar belakang histori dan suporternya yang militan.















