Persebaya Ajari Martapura Bermain Sepak Bola di Surabaya

Laga Persebaya lawan Martapura di GBT. Foto: Joko Kristiono/EJ

Matchday ke-9 Liga 2 Indonesia Grup 5 mempertemukan dua tim peringkat teratas Persebaya Surabaya melawan Martapura FC. Luka “dipaksa” kalah 1-2 kala pertemuan pertama di Martapura tak serta merta dilupakan publik Persebaya begitu saja. Sengaja “dipaksa” kalah, misi revans menjadi harga mati kala bersua di Surabaya.

Psywar H-sekian pertandingan mulai memanaskan telinga. Statement-statement bermunculan di media sosial yang diperuntukkan kepada Martapura, dikira mempengaruhi mental para punggawa mereka. Bonek, memang telah berkomitmen untuk memberikan teror keras kepada Martapura dengan nyanyian-nyanyian lantang dan semangat membara tanpa kenal lelah. Pemain, juga tentu tak ingin tertunduk malu untuk kedua kalinya di hadapan puluhan ribu Bonek pendukung setia Persebaya.

Peluit kick off yang ditunggu-tunggu berbunyi, suara lantang yang menggema tanpa henti-hentinya memberi tekanan tinggi kepada pemain Martapura. Permainan Persebaya yang sempat monoton di awal laga mampu disadari cepat oleh pemain yang berlaga dan jajaran pelatih. Skema Persebaya mulai berjalan di tengah laga babak pertama, peluang-peluang emas tercipta silih bergantian.

Permainan kampungan ala Martapura tak mempengaruhi konsentrasi punggawa Persebaya yang terus menekan untuk menjaringkan bola ke gawang Martapura. Atmosfer yang seperti “neraka” membuyarkan fokus pertandingan Martapura.

Yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dua gol cantik tercipta di babak kedua semakin memberi tekanan lebih berat kepada Martapura. Terlihat frustasi, Martapura justru semakin melancarkan provokasi-provokasi yang memancing amarah pemain, official, dan Bonek yang hadir di GBT. Entah mencari perhatian atau hanya mencari-cari alasan agar tidak terlihat kalah karena kualitas, Martapura beberapa kali melakukan kontak fisik kepada pemain dan official Persebaya yang tentu saja dibalas dengan tindakan serupa. Beberapa kali lemparan botol air mineral berterbangan ke arah lapangan ketika pemain Martapura yang memprovokasi karena frustasi tak bisa menembus pertahanan Persebaya yang kokoh.

BACA:  Bonek, Jiwa Korsa Tanpa Senjata

Peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan yang disambut gemuruh sorak hore oleh puluhan ribu Bonek. Teror Bonek sukses menghancurkan konsentrasi bermain Martapura yang sangat kontras dengan pernyataan punggawa mereka pada saat kesempatan konferensi pers yang mengatakan bahwa mereka tidak akan terpengaruh oleh tekanan Bonek.

Permainan tarkam Martapura bukan apa-apa bagi Persebaya. Menegaskan jika Martapura masih belum pantas untuk bermain di liga yang dianggap profesional ini. Tanpa “bantuan”, mereka hanya seperti kumpulan nyamuk di rerumputan GBT. Malah terlihat, Persebaya sedang memberi coaching clinic ke Martapura bagaimana cara bersepakbola dengan baik, benar, dan indah.

Persebaya berhasil mempecundangi Martapura dan berhak menjadi raja sementara di Grup 5. Martapura lupa sedang berada di mana, lupa berhadapan dengan siapa. Ini Surabaya, ini Persebaya! Kalian bukan level kami!

Facebook Comments