Bonek dan Dejavu Musim 2018
Masih tersimpan di memori para Bonek bagaimana Persebaya terseok-seok melalui awal hingga pertengahan musim Liga 1 2018. Kala itu Persebaya ditangani pelatih kepala Alfredo Vera.
Statistik Unik Persebaya, Buka Store Sebelum Laga Berbuah Hasil Jeblok
Penulis mencatatkan setiap kali Persebaya membuka store baru sebelum laga digelar, permainan Persebaya menjadi jelek dan akhirnya menderita kekalahan.
Paseduluran Bonek Adalah Kunci
Rasa persaudaraan yang berdiri di atas perbedaan itulah yang menjadi pembeda kontras antara Bonek dengan yang lain.
Dulu Disegani Sebagai Pendiri, Kini Dibenci Federasi
Engkau saksi sejarah yang seharusnya dihargai oleh mereka-mereka yang membuangmu
Membandingkan Kualitas Andik, Evan, Hansamu dengan Pemain Persebaya Saat Ini
Semua orang (Warga Surabaya) berhak untuk menjadi bagian dari Persebaya. Entah itu menjadi suporter, tukang calo tiket, pengurus, pemain, bahkan Presiden Bajol Ijo (julukan Persebaya) sekalipun.
Suporter, Jauhkan Sepak Bola dari Politik!
Sepak bola dan politik memang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Hal ini tidak terlepas dari penggunaan dana APBD untuk membiayai tim sepakbola di jaman orde baru.
Darah Juang Bonek untuk Persebaya, Wani Juara
Siang itu ribuan Bonek siap meluncur ke Malang untuk mengawal Persebaya. Lebih dari itu sebenarnya, tapi mereka ingin membela tanah Surabaya sebagai tanah pejuang dan bukan pecundang.
Pelajaran 100 Menit di Gelora Bung Tomo
Rachmat Irianto, pemain muda itu, harus melihat Campos melewatinya dengan cara menyakitkan. Setelah itu, Wanggai berlari gembira menikmati sontekan manja ala pemain Kalteng Putra nomor 10 tersebut.
Orde Baru, Ingatan, Visualitas Bonek, dan Agama Baru
Benarlah kata teman saya, cobalah sehari saja menjadi Bonek untuk merasakan pegalnya kaki, dehidrasi, solidaritas, atau menempuh logika tak wajar.
93 Tahun Persebaya, Proses Menuju Dewasa
Sudah 93 tahun berlalu sejak 1927. Banyak prestasi dan gelar yang telah kita raih bersama. Namun ada juga masa-masa berat yang telah kita lewati bersama selama 93 tahun. Bukan hanya suka duka, namun juga proses. 93 tahun adalah proses menuju kedewasaan yang telah kita lewati bersama. Tidak mudah namun hasilnya luar biasa.















