92 Tahun Yang Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Tanggal 18 Juni 1927, kita tahu tanggal tersebut adalah tanggal kelahiran sebuah kesebelasan legendaris asal Surabaya. Kesebelasan yang berakar dari SIVB. Walaupun beberapa tahun ke belakang ada perdebatan tentang asal kesebelasan ini. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa kesebelasan ini berawal dari SVB. Tetapi yang diyakini mayoritas suporternya adalah SIVB yang lahir tanggal 18 Juni 1927. Ya, kesebelasan tersebut adalah Persebaya yang memiliki 2 gelar Liga hingga sekarang.
Ayo Selamatkan Persebaya!
Bayangan Persebaya akan bermain di level mana musim depan terlihat buram. Abu-abu, tidak terlihat jelas. Menyisakan sembilan laga baik kandang maupun tandang. Hanya Tuhan yang mengetahuinya secara pasti
Ada Apa dengan Ondong?
Sudah empat pertandingan beruntun tidak ada nama Abdul Azis di dalam skuad Persebaya, entah di bench ataupun di dalam starting line-up. Ondong, panggilan akrab Abdul...
Sudahi Konflik, Karanggayam Adalah Rumah Persebaya
Persebaya adalah Surabaya. Ikon sepakbola yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Salah satu klub pendiri PSSI. Prestasi juga banyak diperoleh. Begitupun dengan suporternya yang sangat fanatik bernama bonek. Persebaya dan Bonek identik dengan Surabaya.
Darah Juang Bonek untuk Persebaya, Wani Juara
Siang itu ribuan Bonek siap meluncur ke Malang untuk mengawal Persebaya. Lebih dari itu sebenarnya, tapi mereka ingin membela tanah Surabaya sebagai tanah pejuang dan bukan pecundang.
Melihat Sisi Positif Pelarangan Bonek ke Magelang
Keputusan Kepolisian Daerah Jawa Tengah melarang Bonek datang ke Magelang dan Jawa Tengah dipandang Bonek sebagai keputusan yang tidak adil. Bagaimana bisa hak suporter mendukung langsung tim kebanggaannya dicabut. Alasan karena Bonek sering berbuat rusuh di berbagai wilayah di Jateng dari 2015 hingga 2018 dianggap mengada-ngada. Banyak Bonek meradang jika disebut sebagai tukang rusuh.
Membandingkan Kualitas Andik, Evan, Hansamu dengan Pemain Persebaya Saat Ini
Semua orang (Warga Surabaya) berhak untuk menjadi bagian dari Persebaya. Entah itu menjadi suporter, tukang calo tiket, pengurus, pemain, bahkan Presiden Bajol Ijo (julukan Persebaya) sekalipun.
Persebaya Surabaya, Rumah bagi Semua
Surabaya, kota metropolitan dengan sejarah panjang terentang dari era Raja Kertanegara hingga sekarang dipimpin oleh Ibu Risma. Kota yang dulunya bernama Ujung Galuh ini dikenal dengan tiga hal, egaliter, akulturasi budaya, dan masyarakatnya yang dikenal terbuka dan tanpa tedeng aling–aling.
Perlukah Keterbukaan Transfer Persebaya?
Juara Liga, menjadi pemasok pemain timnas, keuangan sehat, infrastruktur memadai. Mungkin semua yang saya sebutkan di atas adalah impian bagi seluruh stakeholder sepak bola Indonesia.
Kapal Persebaya Oleng, Kapten!
Persebaya kembali menelan kekalahan. Namun, yang lebih menyakitkan adalah kalah di kandang, di hadapan ribuan suporternya sendiri. Hasil ini membuat waktu puasa kemenangan Persebaya semakin panjang.















