Dua Skenario Transfer Pemain, Sebuah Catatan untuk Kedalaman Skuat Persebaya Musim 2020
Penulis membuat catatan ini pada saat menjelang pertandingan antara Persija melawan Persebaya. Penulis merasa bahwa permainan Persebaya sudah menunjukkan karakter permainan Persebaya sejak dahulu yaitu permainan bola-bola pendek. Penulis sebenarnya agak skeptis sebelumnya atas ditunjuknya coach Aji Santoso sebagai pelatih Persebaya melihat track record sebelumnya di Persela dan PSIM.
Rubrik EJ Sharing Milik Bonek, Manfaatkan Rek!
Selamat Ulang Tahun yang ke-4 tahun, Emosijiwaku! Portal berita yang sudah banyak berjasa untuk menyalurkan informasi tentang perkembangan tim Persebaya dan Bonek melalui dunia jurnalistik. Kurang lengkap rasanya sebagai Bonek jika tidak mengikuti Emosijiwaku. Dari seluruh bagian dari media ini, ada rubrik bernama EJ Sharing yang menurut saya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Bonek.
Banyak Pelatih Bagus, Mengapa Dulu Manajemen Pilih Iwan Setiawan?
Saya heran mengapa dulu Persebaya langsung mengontrak coach Iwan Setiawan ya? Apa pertimbanganya? Apa karena terburu-buru tidak dapat pelatih atau bagaimana?
Persebaya, Mes Que Un Club
Persebaya dan Bonek adalah satu kesatuan. Mempermainkan persebaya bukan hanya melukai hati para Bonek. Tapi juga menodai perjuangan panjang yang telah dilakukan bonek serta warisan kultural yang telah melekat dalam diri Arek Suroboyo.
Zona Degradasi Kian Dekat, Saatnya Ganti Ekspektasi
Kini di sisa 9 pertandingan, ekspektasi itu nampaknya sudah semakin terbentuk: Bukan menjadi juara, bukan pula berada di papan atas atau mapan di papan tengah, tapi bertahan di liga 1!
Kontroversi Jojo dan Zoro, Selanjutnya Apa?
Waktunya tersenyum lagi, dengan mudahnya kata out muncul hanya dari sebuah kesalahan yang tidak diduga-duga.
Meski Iwan Berulah, Menang Kalah Tetap Dukung Persebaya
Di benak penulis, mungkin juga benak yang lain, berpendapat mungkin Iwan belum paham sepak bola Surabaya, Persebaya, dan Boneknya.
Lihat Bonek Corat-Coret, Serahkan ke Polisi
Soal Bonek yang masih suka corat-coret tembok stadion, sebagai contoh di Stadion Maguwoharjo, dan seperti yang sering terjadi (mencuri), seharusnya ditindak tegas oleh sesama Bonek.
Awas, Persebaya itu Menular!
“Apa yang tidak dimiliki Persebaya Surabaya?” Sebuah pertanyaan retoris yang sulit dijawab. Persebaya punya semua yang layak membuatnya jadi tim besar: fanatisme suporter, stadion megah (meskipun masih milik pemerintah), pemain papan atas, manajemen klub yang baik, pemilik klub yang paham sepak bola, hingga cerita dan tradisi juara yang memenuhi rak piala.
Evaluasi atau Degradasi, Kebijakan Transfer “Aneh” Alfredo yang Membuat Persebaya Terpuruk
Mengawali kiprahnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah vakum selama 7 tahun, Persebaya sempat memunculkan asa kalau tim ini akan berbicara banyak di kompetisi Liga 1. Di laga pembuka Green Force berhasil membungkam tamunya Perseru Serui dengan skor tipis 1-0 lewat sontekan manis legiun asing nya asal Argentina, Robertino Pugliara. Sempat dikritik di awal kedatangannya karena sudah memasuki usia uzur untuk ukuran pesepakbola profesional yaitu 34 tahun. Tapi penampilannya kala itu membungkam semua kritik yang tertuju padanya. Hingga saat ini, pemain bernomor punggung 10 tersebut menjadi pemain yang paling konsisten dan stabil diantara pemain lainnya dengan kontribusi 1 gol dan 2 assist (dikutip situs resmi liga-indonesia.id).














