Gengsi Aji
Pekan kedua Liga 1 2020 datang terlambat untuk Persebaya Surabaya. Di saat tim-tim lain sudah memasuki pertandingan ketig,a justru Persebaya dan Persija harus memainkan satu laga lebih sedikit imbas keadaan kesehatan dunia yang tengah memburuk. Di saat tim-tim lain mulai settled dengan timnya, Persebaya masih saja mengotak-atik pemain yang layak ada di full-back kiri. Tapi apa benar posisi itu yang menjadi masalah?
Persik Mania Dukung Bonek Sukseskan Gruduk Jakarta
Saat kau berjuang demi kebangkitan Persebaya, kami selalu hadir untuk mengawal bersama.
Andik Vermansah: Sayang, Opo Kowe Krungu Jerite Atiku
Via Vallen, salah satu penggemar Persebaya, menitipkan pesan yang mencurahkan isi hati Andik Vermansah melalui salah satu lagu andalannya.
Andik Vermansah, Romantisme atau Prioritas?
Hingar-bingar gelaran Liga 1 edisi 2018 telah selesai. Dengan segala macam carut-marut yang masih terjadi, berbagai drama dan ”dagelan” di saat-saat terakhir, akhirnya bisa tuntas juga kompetisi ini dengan melahirkan juara dan tim-tim yang harus angkat koper dari strata tertinggi kompetisi di tanah air
Jangan Pernah Lelah Menjadi Persebaya
Jangan pernah lelah menjadi Persebaya, judul tersebut saya ambil karena menjadi Persebaya tidaklah mudah. Menjadi komponen dari Persebaya baik itu sebagai suporter, manajemen, pemain hingga pelatih sangat tidak mudah dan mempunyai tantangan sendiri-sendiri.
Bonek, Bondho, No Nekat
Jika di dunia jurnalistik, ada istilah Tidak Ada Berita Seharga Nyawa. Maka, bolehlah saya membuat istilah untuk Sepakbola Indonesia dengan Tidak Ada Awayday Ditukar Nyawa.
Tahun ke-93 Persebaya Bersama Corona
Tahun ini adalah tahun ke-93 bagi Persebaya Surabaya. Tepatnya pada musim Liga 1 2020 yang tengah terhenti oleh adanya pandemi virus corona (Covid-19) ini. Setelah berhasil finish di posisi runner up Liga 1 2019 lalu, tentu harapan kita (Bonek) dan Persebaya selanjutnya adalah juara Liga 1 2020.
Tuban Memberi “Kekalahan” Yang Baik Kepada Persebaya
Sebelumnya, saya pernah menulis tentang pentingnya Persebaya mengalami apa yang disebut “kekalahan”. Pada game kemarin, skuad Persebaya menemukannya di Loka Jaya.
Slogan #KitaPersebaya, Bonek Ada di Mana?
Siapakah “Kita” di #KitaPersebaya?
Evaluasi atau Degradasi, Kebijakan Transfer “Aneh” Alfredo yang Membuat Persebaya Terpuruk
Mengawali kiprahnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah vakum selama 7 tahun, Persebaya sempat memunculkan asa kalau tim ini akan berbicara banyak di kompetisi Liga 1. Di laga pembuka Green Force berhasil membungkam tamunya Perseru Serui dengan skor tipis 1-0 lewat sontekan manis legiun asing nya asal Argentina, Robertino Pugliara. Sempat dikritik di awal kedatangannya karena sudah memasuki usia uzur untuk ukuran pesepakbola profesional yaitu 34 tahun. Tapi penampilannya kala itu membungkam semua kritik yang tertuju padanya. Hingga saat ini, pemain bernomor punggung 10 tersebut menjadi pemain yang paling konsisten dan stabil diantara pemain lainnya dengan kontribusi 1 gol dan 2 assist (dikutip situs resmi liga-indonesia.id).















