Merenungi Kita Persebaya
Persebaya kembali lagi ‘meleng’ dari jalan kemenangan. Banyak pihak yang tak puas dengan hasil pertandingan dan performa yang ditunjukkan tim akhir-akhir ini.
Sebuah Refleksi Untuk “Kita Persebaya”
Rentetan hasil 3 imbang dan 4 kalah merupakan hasil yang sangat minor dari tim sekelas Persebaya. Bagaimana tidak, pada awal musim, Persebaya mampu bertenggar di 5 besar dan berpacu dalam mengejar gelar Juara Liga 1 2019. Hasil ini berbanding terbalik ketika sudah memasuki putaran kedua di mana puncaknya lengsernya dua pelatih yang belum genap 1 musim melatih tim persebaya.
Keberanian Aji dan Angkernya GBT bagi Pemain Persebaya
Selesai sudah pertandingan perdana Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri pada hari Sabtu malam (29/2). Tiupan panjang peluit wasit Thoriq Alkatiri mengakhiri babak kedua pertandingan tersebut dengan skor akhir 1-1. Tim tamu sukses mencuri poin dari kandang tuan rumah pada pekan perdana Liga 1.
Bonek Power, Sinergi Strategis Persebaya
Tak banyak yang tahu bahwa kini bonek yang bagi masyarakat identik dengan tawuran, kerusuhan suporter kini telah banyak berubah.
Surat Terbuka untuk Kapolres Tuban
Pak Kapolres yang terhormat. Kembali dengan maklumat anda terutama poin 5, kami selaku Bonek sangat tersingggung dengan himbauan anda yang menghimbau agar para pedagang/warung untuk tutup terutama di jalur yang dilalui Bonek saat pertandingan lawan Tuban, Senin besok.
Lima Laga Final Persebaya Menuju Liga 1
Mimpi kita semoga Persebaya kembali ke habitatnya kasta tertinggi sepak bola indonesia.
Persebaya Kalah Lagi, Apakah AV Layak Dipecat?
Pertandingan melawan Persib Bandung menjadi saksi bagaimana tuan rumah Persebaya menjadi bulan-bulanan tamunya. Dari layar kaca, komentator Valentino Simanjuntak dan bung Binder Singh berkali-kali berkata tentang seru dan menghiburnya match itu. Serangan memang silih berganti terjadi dari kedua kubu. Tapi saya melihatnya tidak demikian. Pemandangan yang terlihat adalah bagaimana keroposnya lini pertahanan Bajul Ijo, lalu terlalu “liarnya” lini tengah, yang sering terlepas kontrol sehingga terlambat turun. Lini depan juga kurang tajam terlihat dari jumlah gol yang tercipta. Itulah gambaran yang terjadi pada 45 menit awal di Gelora Bung Tomo Surabaya malam tadi.
Lekas Pulih Persebayaku
Persebaya merupakan kebanggaan kita semua. Banyak yang mencintai persebaya hingga kehilangan akal sehatnya. Kemarin Surabaya dibuat malu oleh sebagian oknum suporter yang merangsek masuk lapangan membentangkan spanduk “JANGAN BIKIN MALU SURABAYA”, merusak pagar pembatas, merusak billboard dan menyalakan kembang api serta flare. Apakah tindakan tersebut benar? Atau suatu pembenaran diri oleh oknum tersebut? Tindakan tersebut tidak ada bedanya dengan tindakan suporter yang kalian anggap ‘rival’, sama-sama bikin malu! Kecewa dengan hasil pertandingan boleh saja, namun kekecewaan tersebut apakah harus diimplementasikan dengan tindakan demikian?
Kenyataan Pahit New Normal Bisa Pisahkan Bonek dengan Persebaya
Bonek dan Persebaya merupakan senyawa yang tak akan pernah bisa terpisahkan. Berbagai peristiwa heroik telah terukir siring bertambahnya usia Persebaya di kancah sepak bola Indonesia. Fanatisme Bonek yang telah diakui dunia, juga memberi ruh dan kekuatan bagi Persebaya. Perjuangan Bonek sejak Persebaya dimatikan hingga menjadi runner up Liga 1 2019, menjadi bukti nyata bahwa Persebaya dan Bonek adalah satu kesatuan yang saling memberi kekuatan.
Memandang Bonek dari Sudut Pandang Berbeda
Hampir dua tahun lebih Bonek tak mendukung langsung klubnya berlaga. Mereka konsisten menghimpun dan berjuang dengan segala cara agar Persebaya 1927 dapat kembali berkompetisi lagi.















