Sebuah Perjudian Masa Depan Persebaya
Tetapi sepakbola tetaplah sepakbola, sebuah olahraga yang mempunyai daya tarik yang luar biasa, maka tidak heran juga dalam kondisi yang serba sulit pun olahraga ini masih menjadi magnet buat para investor untuk menjajal peruntungan di bidang ini.
Melawan Boling (Bondho Maling) dengan Gerakan dan Pemikiran
Boling (Bondho Maling) sampai saat ini diidentikkan dengan Bonek. Tak salah jika ada yang melihat Boling = Bonek, karena mereka bertribut Persebaya/Bonek dalam melakukan aksi penjarahan, pencurian, dan tindakan kriminal lainnya.
Bonek Estafet dan Cairnya Hubungan Antar Suporter
Beberapa kelompok suporter klub lain membuat semacam rest area untuk para Bonek yang akan menuju Jakarta.
Surat Terbuka Untuk Suporter: Ayo Boikot Laga Klub Pujaanmu
Jika masih mempunyai hati nurani dan menganggap kami benar-benar saudara, ayo tunjukkan nyali kalian dengan memboikot semua pertandingan klub kalian.
Ibadah Malam Jumat di Wilis
Bonek melakukan ibadah Kamis malam Jumat di stadion Wilis. Kemenangan atas tuan rumah adalah klimaksnya.
Jayalah Negeriku, Jayalah Persebayaku
Persebaya tinggal beberapa hari mencapai 9 dekade nya menurut masehi. Persebaya harus menjadi Persebaya yang mengayomi dua di antara "masih 90 tahun atau sudah 90 tahun"-nya mereka yang menyebut di hari rayamu.
Kunci Kemenangan Persebaya, Tanpa Balde, Cak Jali Is Back!
Kembalinya Cak Jali. Itulah salah satu kunci kemenangan Persebaya lawan Borneo di Segiri.
Hilangkan Rasa Rasis, Bonek Dituntut Lebih Kreatif
Bonek harus menghilangkan rasa rasis dan dituntut lebih kreatif.
Akun TMS, Persebaya, dan Bhayangkara FC
TMS adalah sebuah akun untuk melakukan transaksi perpindahan, penjualan, maupun pembelian pemain asing oleh suatu klub yang menjadi anggota FIFA.
Ketidaksinkronan Visi Presiden Persebaya dengan Visi Alfredo Vera
Presiden Persebaya, Azrul Ananda, adalah salah satu orang yang visioner. Ia menyukai pembinaan usia muda dan lebih mementingkan proses ketimbang hasil. Namun visi sang presiden tak bisa diterjemahkan pelatih Alfredo Vera di lapangan. Ia menyukai pemain tua dan merekrut pemain-pemain yang telah dikenalnya. Alfredo salah menerjemahkan “proses” dengan membongkar-bongkar formasi. Anehnya, Azrul membiarkannya.















