Piala Gubernur Jatim 2020, Turnamen Visioner dan Inovatif
Pagelaran turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim (PGJ) 2020 akan memasuki babak final yang mempertemukan Persebaya menghadapi Persija. Jika menengok kembali perjalanan turnamen ini, ada beberapa catatan visioner dan inovatif.
Ketidaksinkronan Visi Presiden Persebaya dengan Visi Alfredo Vera
Presiden Persebaya, Azrul Ananda, adalah salah satu orang yang visioner. Ia menyukai pembinaan usia muda dan lebih mementingkan proses ketimbang hasil. Namun visi sang presiden tak bisa diterjemahkan pelatih Alfredo Vera di lapangan. Ia menyukai pemain tua dan merekrut pemain-pemain yang telah dikenalnya. Alfredo salah menerjemahkan “proses” dengan membongkar-bongkar formasi. Anehnya, Azrul membiarkannya.
Sebaiknya Iwan Setiawan Minta Maaf ke Bonek
Alangkah baiknya Iwan Setiawan mengubah sikapnya dan meminta maaf kepada seluruh Bonek yang sudah terlanjur sakit hati kepadanya.
Menyerahlah untuk Menang, Karena Kita Persebaya
Tidak ada kekalahan yang membahagiakan. Kekecewaan dan kesedihan akan selalu dirasakan siapapun yang mengalaminya. Pilihan pahit getir sudah menjadi resiko kekalahan. Persebaya malam itu mengalaminya di hadapan 50 ribu lebih pasang mata di bawah sorotan lampu Gelora Bung Tomo.
93 Tahun sebagai “93netik Pembeda”
Persebaya terlahir dengan 93netik pembeda, tahu kenapa? Dia selalu hadir pada momen-momen istimewa dan dibutuhkan.
Abu “Rodeg” Rizal, Pemain Tipe Versatile di Skuad Persebaya
Versatile ialah tipe pemain yang bisa bermain di berbagai posisi kecuali kiper.
Persebaya Harus Solid, Kuat, dan Mandiri
Persebaya, saya ingin melihatnya mandiri setelah dibekukan sekian tahun oleh PSSI. Lupakan masa lalu, bangkitlah Persebayaku.
Ada Apa Persebaya, Kece di Tandang Tapi Memble di Kandang
Bajul Ijo menempati urutan teratas untuk klasemen partai away.
Belajar (lagi) di Musim Ini, Bangkit dan Bersinar untuk Musim Depan
Usai sudah derby klasik di putaran pertama Liga 1 2019 antara Persebaya vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang dan dimenangkan oleh Tim Tuan Rumah namun dengan skor yg tidak diduga. Ya, Bajol ijo dihancurkan oleh Singo Edan 4 Gol tanpa balas.
Bertemu Dengan Kekasih Yang Telah Lama Hilang
Pertandingan itu bukanlah pertandingan biasa. Pertandingan itu menjadi laga kembali pulangnya Persebaya Surabaya dari perjalanan panjang. Sudah hampir empat tahun klub kebanggaan arek-arek Suroboyo ini dipaksa tenggelam dan mati oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.















