Persebaya dan Bonek, Kala Loyalitas Tanpa Batas Bukan Hanya di Atas Kertas
Berbicara tentang Surabaya, pasti tidak terlepas dari kisah perjuangan Arek-Arek Suroboyo pada masa kolonial Belanda. Namun, ada kisah lain yang tak kalah menarik untuk disimak ketika mendengar nama Surabaya; Persebaya dan Bonek.
Tradisi Flop Putaran Pertama, Akankah Menumbalkan Aji?
Kapan terakhir Persebaya bermain ala tim medioker? Sebelum laga pembuka lawan Macan Putih, permainan ala medioker itu ditunjukkan saat takluk oleh Elang Jawa, sebelumnya enam laga tak pernah menang, di kandang terakhir musim lalu. Yang mendapat reaksi luar biasa dari Bonek. Buntut dari kekesalan yang menumpuk dari fans. Yang sanksinya membuat banyak pihak mengelus dada dan juga ada yang menysukurinya, terusir dari Surabaya dan tanpa penonton.
Gerakan Awaydays Seribu Cinderamata Cinta dari Bonek
Judul yang mungkin kurang familiar di hingar-bingar pusaran sepak bola yang terlekat dengan kesan laki, keras dan gagah. Tapi tidakkah kata-kata yang termuat di judul tersebut tak terlepas dari geliat sepak bola kita, bukan?
Logika Aremania: Apapun Kerusuhannya, Salahkan Bonek
Sebuah peristiwa memalukan terjadi di Stadion Kanjurahan saat pertandingan antara Arema Cronus melawan tamunya Madura United (MU), Sabtu, 3 September.
Perlunya Respek di Sepak Bola
Tak ada alasan untuk membenarkan setiap kekerasan. Karena kekerasan tetap salah apapun alasannya.
Menyelesaikan Masalah-Masalah Menuju Klub Profesional
Tulisan ini sambungan dari tulisan berjudul “Persebaya Bisa Jadi Inspirasi Klub-Klub Lain untuk Jadi Profesional”. Tulisan juga merupakan bagian dari serial tulisan tentang Persebaya dan bagaimana mengelola sebuah klub agar menjadi profesional. Diawali dengan belajar bagaimana pengelolaan klub di Thailand hingga pencarian sumber pendapatan agar Persebaya tetap bisa hidup.
Abah Dahlan, Turun Gununglah
Abah Dahlan, turun gununglah, berikan energi positifmu untuk mendekatkan kembali tim ini dengan suporternya.
Amarah Bonek, Logika Customer, dan Terbakarnya Papan Sponsor
Entah bagaimana, saya selalu merindukan sosok Dahlan Iskan ketika kondisi Persebaya tengah terpuruk. Tiba-tiba, saya teringat berbagai aksi koboi Pak Dahlan, dari masa ke masa.
Romantisme Itu Bernama Surabaya-Sleman
Celebration Game lalu tak ubahnya ajang bertemunya dua sahabat setelah sekian lamanya tidak berada satu tribun.
Aksi Bagi-Bagi Bunga ke Plat N (Malang) dan Jiwa Besar Bonek
Angan ini melayang tepat pada hari ini, 8 tahun yang lalu. Saat itu Liga Indonesia musim 2009-2010. Arema menjadi juara liga, sedangkan Persebaya terpuruk dalam lingkar degradasi. Euforia juara, digelorakan hampir sebulan penuh oleh Aremania. Konvoi dan perayaan hampir menyeluruh di wilayah Malang dan sekitarnya.















