Iklan

Saatnya Hentikan Nyanyian “Dibunuh Saja!” dari Tribun Stadion

0
Dibunuh saja!” menjadi kata yang sangat populer dalam pertandingan sepak bola di Indonesia. Para suporter atau fans sepakbola menyanyikannya, bahkan acapkali di sepanjang laga, ketika klub yang mereka dukung bertemu dengan klub yang mereka anggap sebagai rival. Bahkan kata-kata itu dinyanyikan meski klub yang sedang bermain di lapangan hijau bukanlah klub rival mereka.

Persebaya, Klub Yang Tidak Sempurna Tapi Sempurna

0
Persebaya merupakan salah satu klub tertua di Indonesia, lahir sejak 1927 dan tentunya memiliki sejarah panjang di republik ini. Banyak pemain, pelatih, dan pengurus datang silih berganti dengan berbagai rupa. Namun ada satu yang tidak akan berganti, yaitu dukungan suporternya yang disebut Bonek, yang selalu setia, militan, dan WANI.

Jambore Bonek Nasional yang “Berhasil”

0
Panjang umur perjuangan, teruntuk pejuang Persebaya Arek Bonek 1927 yang selalu istiqomah setia dan tidak berkhianat terhadap kebenaran dan perjuangan Persebaya yang kini kembali bangkit dan berlaga.

Piala Dunia Sementara, Persebaya Selamanya: Sebuah Klarifikasi

0
Sebagai orang yang pertama kali menulis "Piala Dunia Sementara Persebaya Selamanya" yang belakangan ini ramai di sosial media sebagai slogan perjuangan Bonek, sepertinya saya perlu memberi klarifikasi. Karena ternyata banyak yang salah paham dengan slogan itu.

12 Gol ke Jala Persebaya Sore Itu, Sebuah Sejarah Berharga

0
Minggu, 21 Februari 1988 akan selalu menjadi hari yang bersejarah bagi Persebaya Surabaya sampai kapanpun. Pertandingan di Gelora 10 November, Tambaksari sore itu seharusnya sebuah “tragedi” bagi kubu Bajol Ijo. Namun kondisi anomali justru terjadi di stadion.

Revolusi Bonek, Wani Bukan Ngawur

0
Inilah pekerjaan rumah terbesar keluarga besar Bonek untuk menata diri. Perlu adanya gerakan besar dan massal untuk kampanye dan sosialisasi agar Bonek berani berubah.

Jagalah Kesakralan Song For Pride Hanya untuk Persebaya

Capo dari tribun tempat saya menonton mengajak para pemain dan penonton untuk menyanyikan lagu Song For Pride bersama. Dengan pengubahan lirik tentunya. Entah kenapa di saat penonton lain antusias menyanyikan Song For Pride, saya justru diam saja. Ada rasa yang janggal ketika menyanyikan lagu Song For Pride bukan untuk Persebaya, apalagi dengan pengubahan penggalan lirik “Bajul Ijo” dan “Persebaya” menjadi “Indonesia”.

Pelecehan Regulasi di Kanjuruhan yang Ditonton Langsung Petinggi PSSI

0
Persebaya kalah oleh Arema FC di pekan ke 24 di Stadion kanjuruhan, Malang. Tensi pertandingan begitu tinggi hingga Ruben Sanadi dan Abu Rizal Maulana menerima kartu kuning.

Persebaya Men-Juventus-kan Diri

0
Sepak bola di era industri untung dan rugi untuk pemasukan tim adalah sebuah kewajiban yang harus dihitung untuk mengarungi kompetisi. Dapat kita ketahui, sepak bola Indonesia dengan jadwal yang rancu dan kompetisi yang tidak jelas juga mempengaruhi pihak sponsor untuk masuk ke dalam sebuah tim.

Cinta Abadi Itu Bernama Persebaya

0
Cinta yang abadi tak akan pernah mati, selalu terpatri di hati dan tak akan pernah terganti.

Terbaru