Menggagas Tayangan Streaming Laga Persebaya
Saya berharap Persebaya memiliki stasiun tv sendiri yang menayangkan seluruh laga Persebaya di Liga 1 baik home ataupun away.
Surabaya 2055, Kerinduanku Akan Sebuah Kesebelasan
Kembali rasa itu datang. Rasa di mana aku begitu merindukan suatu tempat yang sangat indah.
Bentrok di Sragen Bukan Ulah Bonek
Bonek adalah para pendukung Persebaya Surabaya. Titik. Masalahnya, yang bermain melawan Arema Cronus di Piala Jenderal Sudirman bukanlah Persebaya. Melainkan Surabaya United.
Persatu vs Persebaya, Yang Menang Bonek
Saran saya buat Pak Kapolres Tuban dan pihak keamanan di kota manapun: Cintailah kami (Bonek pada khususnya, suporter bola pada umumnya) seperti anda mencintai keluarga anda. Kami juga kumpulan orang yang perlu diarahkan jika salah dan perlu didukung jika tindakan kami bertindak positif.
Perjuangan Persebaya
Bicara tentang Surabaya adalah bicara tentang Persebaya, Bonek, dan kecintaan warga Surabaya terhadap Persebaya itu sendiri. Persebaya dengan warga Surabaya seakan tak bisa dipisahkan, selalu ada dalam segala pembicaraan di kantor, warung kopi, bahkan kampus.
Target Persebaya Saat Ini adalah Mental Juara yang Disunat
Motivasi pemain dan tim Persebaya saat ini seharusnya lebih berjaya, karena sudah diberikan fasilitas, hak, kenyamanan, dan dukungan yang luar biasa, tapi kenapa tidak ditarget Juara?
Jangan Lihat Bonek Pakai Mata!
Mereka yang tahu Bonek sejak lama kemungkinan besar hanya akan fokus pada hal-hal di atas. Mereka tak tahu apa yang sudah dilakukan Bonek hingga saat ini, bahkan mungkin tak mau tahu. Karena mereka kebanyakan menganggap sebanyak apapun kebaikan yang dilakukan Bonek takkan mampu menghapus stigma negatif tentangnya selama bertahun-tahun.
Apa Kabar Karanggayam
Apa kabar Karanggayam, Sang nafas dan jantung pendetak perjalanan sejarah panjang
Surat Terbuka Bonek untuk Bapak Letjen Edy Rahmayadi
Luangkanlah waktu untuk bertemu kami Bonek. Berbicaralah kepada kami. Kami akan siap berdialog secara terbuka dengan bapak.
Doa dan Renungan Bonek di Hari Pahlawan
Tentu sangat naif membandingkan peristiwa 10 November 1945 di Surabaya silam dengan 10 November 2016 di Jakarta ini. Tetapi bagi kami esensinya sama, bahwa cinta yang menggerakkannya.















