Tontonan Sepakbola Indonesia Yang Mengancam Nyawa
Ini adalah salah satu bukti kegagalan PSSI dalam melaksanakan gelaran pertandingan yang aman dan nyaman bagi supporter, pemain dan masyarakat umum.
Menanti Ledakan Ricky Kayame dan Thaufan Hidayat
Sore ini, Kamis (14/9) di Gelora Bung Tomo Surabaya ada pertandingan terakhir grup 5 Liga 2 yang mempertemukan Persebaya melawan Persinga Ngawi. Laga penting...
Getok Harga Bu Anny dan Kisah Pelitnya Persebaya
Ada rupa ada harga. Itu jawaban pendek dari Bu Anny. Cukup pede. Menepis keriuhan netizen menanggapi mahalnya harga yang dipatok di warung lesehannya. Di perempatan Slawi Tegal, Jawa Tengah. Sama pedenya dengan nama warung lesehan yang dipajang; “Lamongan Indah”. Kendati belakangan diketahui, ternyata Bu Anny tidak dari Lamongan.
Jangan Rekrut Pemain Besar, Optimalkan Pemain-Pemain Internal
Saya tidak ingin pemain besar atau pemain lama Persebaya kembali.
Ingat, Bonek adalah Ruh Persebaya
Sepak bola olahraga rakyat banyak yang sebisa mungkin bisa menjadi hiburan sendiri bagi warga.
Menyelesaikan Dilema Lini Depan Persebaya
Sudah lama kita menanti kehadirannya. Setelah sekian pekan menepi akibat cedera, wajah yang nampak familiar itu melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Tak lama kemudian, ia turun gunung disambut teriakan riuh penonton. Prosesnya sederhana: sebuah umpan lambung, bola spekulatif dari Mokhamad Syaifuddin. Bola menggantung di udara dengan canggung. Steven Paulle, palang pintu bongsor PSM Makassar, bangkit meraih bola.
Analisis Cetek Suporter Wanita Persebaya: Match Arema FC vs Persebaya
Awal musim hingga sekarang, tak banyak ekspektasi yang dijanjikan manajemen Persebaya soal pemain ini akan terwujud, minimal menyamakan rekor seperti terdahulu.
Surat Terbuka untuk Saleh Ismail Mukadar
Semoga dengan menetapnya Abah di Pulau Buru akan menemukan cara terbaik untuk menyelamatkan Persebaya.
Persebaya Muda Nan Berbahaya
Berbekal bakat muda itulah, kiranya gambaran tim Persebaya untuk mengikuti Liga 1 tahun 2021 terlihat nyata.
Masih Terharu Bonek Borong Warung Makan di Tuban
Warung makan milik ibu Inuk itu diborong dulur-dulur Bonek. Sempat ibu itu mbrebes mili karena lagek iki jualane laris entek sampai jam 12 siang.















