Iklan

Jangan Rekrut Pemain Besar, Optimalkan Pemain-Pemain Internal

0
Saya tidak ingin pemain besar atau pemain lama Persebaya kembali.

Harga Diri (Tidak) Hanya di Hadapan Arema FC

0
"Boleh kalah dari tim lain, asal jangan dari Arema, ini harga diri!" Sejatinya kalimat itu seperti diamini manajemen dan pemain. Hal itu telah dibuktikan, menang kontra Arema, dan selebihnya seri dan kalah.

Jangan Bangga Menyanyikan Lagu-Lagu Rasis

0
Sudah bukan zamannya lagi suporter bangga menyanyikan lagu/chant bertemakan "pembunuhan" dan rasis terhadap klub lain.

Sediakan Warung Makanan dan Minuman Dalam Stadion GBT

0
Untuk pertandingan selanjutnya, saya berharap panpel menyediakan warung makanan yang banyak di dalam dan di sekitaran Stadion GBT. Kemarin susah banget meski cuma mencari sebotol air mineral.

Ruben Sanadi, Bek Kiri Terbaik Persebaya Yang Mulai Kedodoran Atur Stamina

0
Kapten tim liga 1 2019 Persebaya Surabaya, Ruben Karel Sanadi (32) merupakan salah satu bek kiri terbaik yang dimiliki oleh tim Green Force, bahkan di Indonesia. Hal tersebut dibuktikannya dengan dipanggilnya kembali sang kapten dalam skuat Timnas Indonesia arahan Coach Simon McMenemy. Usianya memang yang tak lagi muda, Ruben Sanadi seolah membuktikan kematangannya dalam menjadi pemain sepak bola. Bak anggur Italia yang semakin mempesona, atau teringat bek legendaris asal klub Italia Inter Milan, Zavier Zanneti.

Rindu Magis Tambaksari

0
Meskipun kemungkinannya kecil atau bahkan tidak mungkin lagi bertanding di Tambaksari, saya selalu berharap suatu saat Persebaya akan kembali ke stadion yang tidak terlalu besar tapi memiliki magis yang kuat tersebut.

Akhiri Musim Ini dengan Kemenangan, Persebaya

0
Kompetisi sepak bola kasta teratas Indonesia Liga 1 musim 2018 akan segera berakhir. Persebaya akan mengakhiri kompetisi pada Sabtu, 8 Desember 2018.

Kapan Kita Punya UU Suporter Sepak Bola?

0
Belum juga kering tanah di makam Haringga Sirila. Baru saja berselang sepekan ikrar damai diteken di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Eh, ternyata di stadion yang sama, penonton sudah kembali mencoreng muka mereka sendiri. Memalukan.

Irfan Jaya, Persebaya, dan Corona

0
Irfan Jaya lahir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Irfan Jaya mulai bermain sepakbola sejak usia 7 Tahun di Sekolah Sepak Bola Sinoa di Bantaeng. Ia melanjutkan karirnya di klub yang paling menonjol di Sulawesi, PSM Makassar.

Mengapa Saya Mem-Bonek-kan Anak-Anak Saya

0
Melalui media ini, kami ingin menjelaskan kenapa kami mem-Bonek-kan anak-anak kami.

Terbaru