Mengapa Otavio Dutra Tidak Layak Berkostum Persebaya
Banyak hal mengapa Otavio Dutra tidak layak berkostum Persebaya musim depan. Apa saja?
Membandingkan Peliputan Media atas Dua Peristiwa Kekerasan yang Dilakukan Bonek dan Aremania
Perbedaan perlakukan media dalam meliput peristiwa yang melibatkan Bonek dan Aremania sempat diprotes Bonek.
Laga Mental Menyapa Rival, Belajar Bareng Mahesa Jenar
PSIS telah mengajarkan pada Persebaya akan pentingnya menjadikan mental menang tanpa ngasorake sebagai pondasi membangun nama besar.
Membangun Asa Harapan Juara Tetap Ada
Menggapai asa adalah upaya maksimal untuk memperoleh pengharapan baik, memperoleh keberhasilan apa yang kita impikan
PSSI Zaman Now
Sejenak cooling down membahas Persebaya dengan segala hiruk-pikuk di dalamnya. Bolehlah sedikit menikung tajam membahas sesuatu yang lebih serius untuk disuarakan. Betul sekali, PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).
Sudahi Permusuhan, Musuh Kita Adalah Sistem Yang Tidak Manusiawi
Nyawa-nyawa yang telah tiada telah memberi kesadaran dan keberanian pada kita semua bahwa sesama manusia adalah saudara, sesama suporter saling berbagi rasa.
Irfan Jaya, Persebaya, dan Corona
Irfan Jaya lahir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Irfan Jaya mulai bermain sepakbola sejak usia 7 Tahun di Sekolah Sepak Bola Sinoa di Bantaeng. Ia melanjutkan karirnya di klub yang paling menonjol di Sulawesi, PSM Makassar.
Setelah Pilu dan Malu, Lalu apa?
Persebaya di super derby Jatim harus takluk dengan memalukan setelah dihajar Arema FC 4-0. Inilah kekalahan terbesar kedua saat away setelah tahun lalu di awal Desember kalah dengan skor yang sama dari PSMS Medan. Tapi kekalahan kali ini terasa sangat menyesakkan karena diperoleh di pertandingan melawan sang rival abadi. Ditambah lagi performa Persebaya sepanjang kompetisi kali ini, memasuki pekan ke 14 belum menunjukkan tanda-tanda stabil dalam segi permainan dan juga hasil.
Mengapa Persebaya Wajib Rekrut Striker (Lokal)
Persebaya memberi sinyal tidak akan merekrut pemain asing yang berposisi sebagai striker. Tulisan mantan pemain Persebaya, Kurniawan Dwi Julianto, yang dimuat website official yang isinya mendukung Green Force mengutamakan striker lokal dibanding asing menguatkan sinyal itu.
Surat Terbuka untuk Saleh Ismail Mukadar
Semoga dengan menetapnya Abah di Pulau Buru akan menemukan cara terbaik untuk menyelamatkan Persebaya.















