Bertemu Dengan Kekasih Yang Telah Lama Hilang
Pertandingan itu bukanlah pertandingan biasa. Pertandingan itu menjadi laga kembali pulangnya Persebaya Surabaya dari perjalanan panjang. Sudah hampir empat tahun klub kebanggaan arek-arek Suroboyo ini dipaksa tenggelam dan mati oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
Mencoba Move On dari Romantisme Andik Vermansyah, Evan Dimas, dan M. Taufiq
Kebulatan manajemen melalui Presiden klub Azrul Ananda untuk mempertahankan skuad adalah sebuah langkah yang harus kita hormati.
Persebaya Lebih Butuh Rombak Pemain Daripada Pelatih
13 game, 4 kali menang, 6 kali seri, 3 kali kalah dan 18 poin sebenarnya bukan catatan yang buruk-buruk amat untuk coach Djanur. Bandingkan dengan capaian Persebaya dipekan yang sama musim lalu di Liga Gojek Traveloka, Persebaya mengemas 15 poin dari 12 game, 3 kali menang, 6 kali seri dan 3 kali kalah. (masih menyisakan 1 game).
Organisasi Itoe Koentji, Refleksi ba91 Kita
Jujur, sebelum menulis tema ini, saya susah tidur berhari-hari. Setiap kali melihat atap kamar, kok rasa-rasanya melihat tiga rumah berjajar.
Dua Skenario Transfer Pemain, Sebuah Catatan untuk Kedalaman Skuat Persebaya Musim 2020
Penulis membuat catatan ini pada saat menjelang pertandingan antara Persija melawan Persebaya. Penulis merasa bahwa permainan Persebaya sudah menunjukkan karakter permainan Persebaya sejak dahulu yaitu permainan bola-bola pendek. Penulis sebenarnya agak skeptis sebelumnya atas ditunjuknya coach Aji Santoso sebagai pelatih Persebaya melihat track record sebelumnya di Persela dan PSIM.
Dear Panpel Arema, Saatnya Lunasi Utang Sejarah ke Bonek!
Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, bakal menghadirkan Persebaya Surabaya. Bajol Ijo dipastikan berjumpa tuan rumah, Arema FC. Laga ini merupakan momentum bagi Panpel Arema bersama seluruh stakeholder sepakbola di Jawa Timur untuk melunasi utang.
Saatnya Persebaya Menyudahi Pola M-S-K
Beberapa Bonek amat jeli mengamati pola penampilan Persebaya di Liga 1 musim 2018. Sampai pekan ke-8 liga kasta tertinggi di tanah air itu, Persebaya memiliki pola penampilan yang berulang dengan teratur.
Ketidaksinkronan Visi Presiden Persebaya dengan Visi Alfredo Vera
Presiden Persebaya, Azrul Ananda, adalah salah satu orang yang visioner. Ia menyukai pembinaan usia muda dan lebih mementingkan proses ketimbang hasil. Namun visi sang presiden tak bisa diterjemahkan pelatih Alfredo Vera di lapangan. Ia menyukai pemain tua dan merekrut pemain-pemain yang telah dikenalnya. Alfredo salah menerjemahkan “proses” dengan membongkar-bongkar formasi. Anehnya, Azrul membiarkannya.
Lekas Pulih Persebayaku
Persebaya merupakan kebanggaan kita semua. Banyak yang mencintai persebaya hingga kehilangan akal sehatnya. Kemarin Surabaya dibuat malu oleh sebagian oknum suporter yang merangsek masuk lapangan membentangkan spanduk “JANGAN BIKIN MALU SURABAYA”, merusak pagar pembatas, merusak billboard dan menyalakan kembang api serta flare. Apakah tindakan tersebut benar? Atau suatu pembenaran diri oleh oknum tersebut? Tindakan tersebut tidak ada bedanya dengan tindakan suporter yang kalian anggap ‘rival’, sama-sama bikin malu! Kecewa dengan hasil pertandingan boleh saja, namun kekecewaan tersebut apakah harus diimplementasikan dengan tindakan demikian?
Menikmati Kerinduan Rivalitas Klasik
Jumat, 2 Maret 2018, di Bandung cuaca sedang mendung bersama pisang goreng, kopi, televisi dan menunggu pertandingan Persebaya vs Arema. Ibarat sebuah penantian, pertandingan yang berlabel Piala Gubernur Kaltim adalah sebuah kerinduan.















