Saatnya Persebaya Merangsek ke Papan Atas
Persebaya dalam misi mengejar ketertinggalan poin dari kontestan lainnya. Ketika menghadapi tuan rumah Madura United di Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (25/5), tiga poin menjadi sasaran wajib
Meski Bu Risma Tak Peduli, Bonek Selalu Mendukungmu
Ibuke arek-arek Bonek seakan tidak mau tahu tentang nasibmu.
Motivasi dari Persebaya
Tak terasa usia klub kebanggaan sudah hampir satu abad atau lebih tepatnya 93 tahun. Dalam rekam jejak ingatan hingga digital semua pasti terngiang akan usaha, doa, harapan dan prestasi. Klub tua dan pendiri federasi ini tercatat resmi telah memenangkan berbagai gelar kompetisi, serta beriringan dengan suara sumbang baik yang ditujukan ke klub atau barisan pendukung tim Persebaya.
Persebaya, Sang Le93nda
Legenda itu bernama Persebaya Surabaya, yang didirikan oleh M. Pamoedjie pada 18 Juni 1927. Kala itu masih bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB).
Belajar (lagi) di Musim Ini, Bangkit dan Bersinar untuk Musim Depan
Usai sudah derby klasik di putaran pertama Liga 1 2019 antara Persebaya vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang dan dimenangkan oleh Tim Tuan Rumah namun dengan skor yg tidak diduga. Ya, Bajol ijo dihancurkan oleh Singo Edan 4 Gol tanpa balas.
Federasi yang Konsisten dalam Ketidakkonsistenan
Tak hanya prestasi saja yang dihasilkan oleh federasi sepakbola tertinggi ditanah air ini namun inkonsistensi regulasi dan kontroversi sangat melekat pada organisasi sepakbola ini.
Bonek dan Dejavu Musim 2018
Masih tersimpan di memori para Bonek bagaimana Persebaya terseok-seok melalui awal hingga pertengahan musim Liga 1 2018. Kala itu Persebaya ditangani pelatih kepala Alfredo Vera.
Suporter dan Tim Kebanggaan: Gairahku, Kejayaanmu
Keindahan dalam sebuah mimpi para suporter bukan karena update foto di sebuah tribun, cita-cita mereka terlalu manis hanya demi tim sepak bola.
Lekas Pulih Persebayaku
Persebaya merupakan kebanggaan kita semua. Banyak yang mencintai persebaya hingga kehilangan akal sehatnya. Kemarin Surabaya dibuat malu oleh sebagian oknum suporter yang merangsek masuk lapangan membentangkan spanduk “JANGAN BIKIN MALU SURABAYA”, merusak pagar pembatas, merusak billboard dan menyalakan kembang api serta flare. Apakah tindakan tersebut benar? Atau suatu pembenaran diri oleh oknum tersebut? Tindakan tersebut tidak ada bedanya dengan tindakan suporter yang kalian anggap ‘rival’, sama-sama bikin malu! Kecewa dengan hasil pertandingan boleh saja, namun kekecewaan tersebut apakah harus diimplementasikan dengan tindakan demikian?
Eri Cahyadi dan Gembok-Gembok Dispora Surabaya
16 Mei 2019. Di bawah terik matahari Surabaya terasa begitu menyengat, langkah Eri Cahyadi terlihat cepat masuk ke dalam Wisma Persebaya. Dari lantai 1, dia langsung menuju lantai dua gedung yang menjadi saksi sejarah lahirnya banyak bintang timnas Indonesia tersebut.















