Iklan

Pesan Buat Bhayangkara FC: Ini Bukan Persebaya di Putaran 1, Cak!

0
Persebaya sedang on fire. Tim-tim papan atas bertumbangan dicaplok Bajul Ijo, baik di laga home maupun away. Semua dengan selisih minimal 3 gol.

Setelah Pilu dan Malu, Lalu apa?

0
Persebaya di super derby Jatim harus takluk dengan memalukan setelah dihajar Arema FC 4-0. Inilah kekalahan terbesar kedua saat away setelah tahun lalu di awal Desember kalah dengan skor yang sama dari PSMS Medan. Tapi kekalahan kali ini terasa sangat menyesakkan karena diperoleh di pertandingan melawan sang rival abadi. Ditambah lagi performa Persebaya sepanjang kompetisi kali ini, memasuki pekan ke 14 belum menunjukkan tanda-tanda stabil dalam segi permainan dan juga hasil.

Kapan Kita Punya UU Suporter Sepak Bola?

0
Belum juga kering tanah di makam Haringga Sirila. Baru saja berselang sepekan ikrar damai diteken di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Eh, ternyata di stadion yang sama, penonton sudah kembali mencoreng muka mereka sendiri. Memalukan.

Bangkit dan Kembalilah ke Zona Hijau

0
Persebaya mengakhiri laga bulan Ramadhan dengan kekalahan. Sabtu (9/6), Green Force menelan kekalahan dari PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta. Gol tunggal Risky Pellu membuat Persebaya semakin terpuruk.

Karena Kita Persebaya

0
Hingga kini Persebaya berlatih secara nomaden di lapangan latihan GBT, Stadion G10N Tambaksari, Lapangan Polda Jatim, Lapangan SIER, Gelora Delta Sidoarjo dan beberapa lainnya di sekitaran Surabaya.

Ketahuilah Yogyakarta, Bonek Berwajah Ramah

Persebaya dan masyarakat Indonesia membutuhkan Bonek ramah, bukan marah; Bonek santai, bukan bantai; Bonek adil, bukan bedil; Bonek pemberani dan tauladan, bukan penyulut permusuhan; Bonek penjaga harga diri dengan akal sehat, bukan pemuja ego sendiri dengan nafsu jahat.

Silenzio Stampa ala Persebaya, Efek Akumulasi Kegaduhan yang Sering Muncul

0
Sebuah sikap dari Persebaya yang ditandai dengan sebuah tulisan dari sang presiden klub, Azrul Ananda pada halaman pembuka suplemen khusus edisi #33 di Jawa Pos, Selasa kemarin.

Draft Biaya Tret Tet Tet Persebaya Fans Musim 2019

0
Tret tet tet adalah mendukung tim kebanggaan dalam hal ini Persebaya Surabaya di kandang lawan. Istilah Tret tet tet kali pertama muncul saat babak enam besar Perserikatan tahun 1986/1987. Adalah abah Dahlan Iskan yang menginiasi hal tersebut. Saat itu halaman depan di pojok kiri bawah media Jawa Pos edisi 4 Maret 1987 sampai menghabiskan dua kolom. Pada saat itulah istilah Tret tet tet mulai populer.

Merayakan Persebaya dengan Perpres No 96 Tahun 2019

0
Selamat ulang tahun Persebaya ke 96 tahun, tidak terasa hampir 100 tahun Persebayaku berdiri sebagai Tim Sepakbola Indonesia dan salah satu pendiri PSSI beserta 6 klub lain.

Manajemen, Jangan Malu Membuka Diri untuk Bonek

0
Seharusnya manajemen Persebaya bisa berbuat lebih dari itu jika melihat animo yang besar dari teman-teman Bonek.

Terbaru