Pesan Untuk Bonek Setelah Persebaya Kembali
Semoga dengan kembalinya Persebaya, Bonek dapat lebih dewasa lagi.
Tetesan Air Mata Cinta Seorang Andik
Kemenangan Persebaya 1-0 atas Madura United sore ini Rabu (3/4) di Gelora Bung Tomo menyisakan cerita tersendiri untuk seorang Andik Vermansah.
Gak Ada VAR Tapi Gak Gini Juga
Pertandingan Persik Kediri kontra Persebaya yang berlangsung di stadion Maguwoharjo, Sleman diwarnai aksi berat sebelah dari sang pengadil lapangan Ginanjar Rahman.
Menjaga Harapan untuk Persebaya
Entah apa yang ada dalam skuad Persebaya musim ini. Tidak perlu lagi mencari siapa yang salah. Musim sudah akan berakhir. Persebaya terpuruk di papan bawah.
Dua Kendala Persebaya Saat Ini
Tekad Persebaya Surabaya meraih poin penuh saat menghadapi Kalteng Putra (21/05) memang tak bisa direalisasikan. Kita semua tahu pada akhirnya tim tamu mampu mencuri satu poin dengan memanfaatkan kesalahan lini belakang Persebaya serta “keberhasilan” mereka membuat “drama-drama” satu babak. Serta ketidaktegasan pengadil lapangan yang membuat geram ribuan penonton di dalam stadion dan ratusan ribu pasang mata yang menyaksikan laga ini dari layar televisi.
Pembinaan Usia Dini Kunci Sukses Persebaya Masa Depan
Dengan pembinaan yang baik, maka akan muncul pemain-pemain muda yang hebat dan nantinya akan memangkas anggaran belanja pemain Persebaya.
Manajemen, Jangan Malu Membuka Diri untuk Bonek
Seharusnya manajemen Persebaya bisa berbuat lebih dari itu jika melihat animo yang besar dari teman-teman Bonek.
Ketika Wawali “Menumpang” Kereta
Di tengah kesuksesan itu ternyata menggelitik naluri cak Wisnu selaku pribadi dan Bonek. Berbekal jabatan publik sebagai Wawali beliau bersedia menjadi panpel lagi dalam gelaran Liga 1 mendatang. Wawali pasti lebih mengedepankan naluri Boneknya ketimbang jabatan politisnya, walau beliau tahu itu bisa dilakukan.
Setelah Pilu dan Malu, Lalu apa?
Persebaya di super derby Jatim harus takluk dengan memalukan setelah dihajar Arema FC 4-0. Inilah kekalahan terbesar kedua saat away setelah tahun lalu di awal Desember kalah dengan skor yang sama dari PSMS Medan. Tapi kekalahan kali ini terasa sangat menyesakkan karena diperoleh di pertandingan melawan sang rival abadi. Ditambah lagi performa Persebaya sepanjang kompetisi kali ini, memasuki pekan ke 14 belum menunjukkan tanda-tanda stabil dalam segi permainan dan juga hasil.
Mem-Persebayakan Nusantara
Apakah berlebihan, jika membaca judul di atas. Mengapa tidak? Apa itu Persebaya? Siapa Persebaya itu? Kok sampai berani-beraninya mempersatukan Nusantara?















