Doa dan Renungan Bonek di Hari Pahlawan
Tentu sangat naif membandingkan peristiwa 10 November 1945 di Surabaya silam dengan 10 November 2016 di Jakarta ini. Tetapi bagi kami esensinya sama, bahwa cinta yang menggerakkannya.
Persebaya, Kami Datang Mendukungmu
Long life Persebaya Surabaya!
Dua Hal Yang Perlu Dievaluasi Panpel Pasca Home Pertama
Beberapa catatan, saya berikan untuk manajemen Persebaya. Baik itu catatan positif maupun negatif.
Manifestasi Cinta Persebaya, Sebuah Warisan Dari Bapak
Sore itu suara radio terdengar nyaring dari sebuah rumah di seberang jalan kecil sebuah kampung. Sayup-sayup terdengar suara pemandu radio menyebutkan nama dari beberapa orang, ketika saya tamati lebih lagi ternyata itu nama-nama pemain Persebaya.
Harapan Setelah Wabah Covid-19 Berakhir
Dalam satu dekade terakhir, sepak bola adalah hiburan yang paling diminati dan ditunggu-tunggu di seantero dunia. Tak heran jika Indonesia masuk dalam kategori masyarakat gila bola. Kultur, budaya yang berbeda membuat sepak bola di Indonesia sangat menarik dan patut di apresiasi. Tim dan suporter saling bantu, tim mampu memberikan hiburan dan prestasi. Sedangkan suporter mampu membantu finansial klub seperti membeli tiket dan merchandise asli.
Getok Harga Bu Anny dan Kisah Pelitnya Persebaya
Ada rupa ada harga. Itu jawaban pendek dari Bu Anny. Cukup pede. Menepis keriuhan netizen menanggapi mahalnya harga yang dipatok di warung lesehannya. Di perempatan Slawi Tegal, Jawa Tengah. Sama pedenya dengan nama warung lesehan yang dipajang; “Lamongan Indah”. Kendati belakangan diketahui, ternyata Bu Anny tidak dari Lamongan.
Bonek Melawan Karena Cinta Persebaya dan Sepak Bola
Mengapa Bonek akan melawan keputusan jadwal main ini? Karena Bonek cinta sepak bola dan cinta dengan Persebaya.
Sosios di Persebaya, Bisakah Diterapkan? Bisa!
Ketika dulu mendengar socios diterapkan Real Madrid, Barcelona, Athletic Bilbao, dan Osasuna, rasanya itu konsep yang sangat memikat.
Romantisme Itu Bernama Surabaya-Sleman
Celebration Game lalu tak ubahnya ajang bertemunya dua sahabat setelah sekian lamanya tidak berada satu tribun.
Dari Viking, untuk Bonek dan Tim Kebanggaan
Bagi Bonek, kebanggaan tetaplah kebanggaan. Persebaya harga mati.















