Mengangkat Kembali Istilah Bondo Maling (Boling)
Apakah mau anak keturunan anda yang mencintai Persebaya (Bonek) dianggap sebagai penjarah seperti Boling?
Persebaya Masih Selamanya
Pokoknya spartan dan ngeyel, khas arek-arek Persebaya. Itu sudah cukup. Itu sudah merupakan anugerah terindah di tengah kerinduan yang pekat.
Bajol Ijo Sedang Sakit Gigi
Konon ada seekor buaya terkenal di Surabaya yang bernama Bajol Ijo. Ia punya banyak fans karena menyukai kegarangannya ketika diberi mangsa. Gigi-giginya yang tajam itu nampak jelas merobek daging mangsanya tanpa ampun. Saat itulah fansnya bersorak gembira.
Persatu vs Persebaya, Yang Menang Bonek
Saran saya buat Pak Kapolres Tuban dan pihak keamanan di kota manapun: Cintailah kami (Bonek pada khususnya, suporter bola pada umumnya) seperti anda mencintai keluarga anda. Kami juga kumpulan orang yang perlu diarahkan jika salah dan perlu didukung jika tindakan kami bertindak positif.
Mbonek Pertama Kali: Berjuang Nonton Celebration Game
Singkat cerita pada laga Celebration Game atas keberhasilan Persebaya menjuarai Liga 2 itulah pertama kali saya datang ke stadion untuk menonton sang kebanggaan.
Ketika Wawali “Menumpang” Kereta
Di tengah kesuksesan itu ternyata menggelitik naluri cak Wisnu selaku pribadi dan Bonek. Berbekal jabatan publik sebagai Wawali beliau bersedia menjadi panpel lagi dalam gelaran Liga 1 mendatang. Wawali pasti lebih mengedepankan naluri Boneknya ketimbang jabatan politisnya, walau beliau tahu itu bisa dilakukan.
Bonek Bukan “Bondho Nekat” tapi “Bondho dan Nekat”
Bonek, istilah ini sejak pertama kali diciptakan oleh Jawa Pos pada tahun 1987 memang dikenal artinya Bondho Nekat (hanya bermodal nekat) yang menggambarkan kenekadan Suporter Persebaya yang berani awaydays ke Jakarta untuk mendukung Persebaya melawan Persija.
Sinergi “Maling Gorengan” dan “Gembel” yang Berhasil Membuka Mata Banyak Pihak
Laga yang disebut-sebut akan menjadi lahan panen sanksi denda dari PSSI ini justru berjalan sangat menarik, ditambah dukungan sepanjang laga dari Bonek yang sangat atraktif.
Berbesar Hatilah, Hentikan Kebiasaan Estafet! Ini Solusi Konkretnya!
Sebelum membaca tulisan ini, yang baperan, yang masih berpegang teguh tradisi estafet maka kuatkan hatimu dan berbesar hatilah karena mendukung dengan cara apapun, nyawa di atas segala-galanya.
Fragmen Kecil tentang Film Dokumenter Persebaya
“Aku membayangkan kalian membuat film dokumenter,” komentar saya kepada Ahmad Chusnuddin atau akrab dengan panggilan Kaji ketika beberapa bulan silam menyambangi Surabaya.
Film dokumenter yang...















