Tak Setuju Foto Bareng Aremania, Tetap Maafkan Jojo Zoro
Saya pribadi akan memaafkan kalo memang ada niatan sesal dari kalian. Karena sejatinya kita memang harus saling memaafkan. Dengan orang yang meminta maaf tentunya.
Yoyok Sukawi Seharusnya Malu Pada Panser dan Snex
CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya alias Yoyok Sukawi, menyalahkan Bonek atas pertandingan yang sempat terhenti setelah Persebaya mencetak gol ke-4, Jumat (20/9/2019). Padahal, sudah jelas suporter PSIS masuk ke lapangan karena memprotes kinerja manajemen dan Panpel.
Kenyataan Pahit New Normal Bisa Pisahkan Bonek dengan Persebaya
Bonek dan Persebaya merupakan senyawa yang tak akan pernah bisa terpisahkan. Berbagai peristiwa heroik telah terukir siring bertambahnya usia Persebaya di kancah sepak bola Indonesia. Fanatisme Bonek yang telah diakui dunia, juga memberi ruh dan kekuatan bagi Persebaya. Perjuangan Bonek sejak Persebaya dimatikan hingga menjadi runner up Liga 1 2019, menjadi bukti nyata bahwa Persebaya dan Bonek adalah satu kesatuan yang saling memberi kekuatan.
Romantisme Itu Bernama Surabaya-Sleman
Celebration Game lalu tak ubahnya ajang bertemunya dua sahabat setelah sekian lamanya tidak berada satu tribun.
Adu Kesaktian Mahesa Jenar Melawan Bajol Ijo
Iwan Setiawan membawa Persebaya meraih trofi Dirgantara Cup di Sleman mengalahkan Cilegon United di final. Ini adalah trofi pertama sejak Persebaya kembali diakui oleh federasi. Sehari setelah partai final tersebut, Persebaya bergerak menuju Semarang untuk laga uji tanding dengan PSIS Semarang.
Pak Bodem, Legenda Persebaya dan Pencari Bakat Pemain Muda Itu Telah Tiada
Persebaya kehilangan salah satu pemain besarnya. Di bulan Ramadan ini, Kamis (18/5) pagi, salah satu legendanya, Subodro tutup usia. Subodro mempunyai panggilan akrab Bodem. Pak Bodem saya biasa menyapanya. Saat masih sehat setiap sore jika ke lapangan Persebaya di Karanggayam selalu bertemu beliau.
Menikmati Kerinduan Rivalitas Klasik
Jumat, 2 Maret 2018, di Bandung cuaca sedang mendung bersama pisang goreng, kopi, televisi dan menunggu pertandingan Persebaya vs Arema. Ibarat sebuah penantian, pertandingan yang berlabel Piala Gubernur Kaltim adalah sebuah kerinduan.
Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu, Persebaya!
Keempat gol dari Persebaya dicetak oleh empat pemain berbeda. Berbeda dalam hal ini adalah daerah asal dari para pemain.
Persebaya Tidak Lahir 18 Juni 1927
Tulisan ini ada setelah penulis membaca riset dari Tim Bajulijo.net berjudul SIVB Untold Stories.
#WaniMaskeran : Pelibatan Komunitas dalam Memerangi Pandemi Korona
Penggunaan masker dan menjaga jarak fisik merupakan protokol kesehatan yang paling mudah dilaksanakan, bisa diamati dan dievaluasi pelaksanaannya sehingga level kepatuhan masyarakat terhadap protokol ini bisa diukur.















