Mencintai Sepak Bola Indonesia Meski Kusut
“Mencintai Sepak Bola Indonesia Meski Kusut.” Mungkin kalimat itu yang bisa menggambarkan kondisi sepak bola tanah air dan para suporternya untuk saat ini.
Mengapa Saya Membeli “Bonek Card” Persebaya
Dengan hadirnya Bonek Card (BC), hal itu menjawab pertanyaan Bonek luar kota, luar pulau, dan luar negeri yang ingin berkontribusi meski tak bisa hadir.
Kesalahan Berfikir dalam Memaknai Rivalitas Sepak Bola
Logical fallacy sangat rentan terjadi pada rivalitas, baik saat beradu pendapat atau juga saat menyikapi suatu kejadian.
Persebaya Men-Juventus-kan Diri
Sepak bola di era industri untung dan rugi untuk pemasukan tim adalah sebuah kewajiban yang harus dihitung untuk mengarungi kompetisi. Dapat kita ketahui, sepak bola Indonesia dengan jadwal yang rancu dan kompetisi yang tidak jelas juga mempengaruhi pihak sponsor untuk masuk ke dalam sebuah tim.
In “David da Silva” We Trust
Rupanya, ada sebuah "tradisi" terselubung di Persebaya. Setiap kritikan harus dibalas dengan kemampuan di lapangan.
Maraknya Tiket Palsu: Penggandaan Barcode dan Cara Menghindarinya
Sudah menjadi hal lazim tentang sulitnya mendapat tiket pertandingan laga kandang Persebaya Surabaya ketika kedatangan tamu besar era perserikatan seperti Persib Bandung atau Persija Jakarta. Dua musim terakhir, tiket selalu ludes dan Gelora Bung Tomo penuh sesak oleh Bonek. Ironisnya, hal ini justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mengeruk keuntungan dengan cara yang tidak sah atau melanggar hukum.
Menurut Kriteria AFC, Persebaya Belum Jadi Klub Profesional
Apakah Persebaya klub profesional? Jawabnya belum sepenuhnya. Apa faktor yang menentukan klub tersebut profesional
Penantian 6 Tahun, Bonek Haus Gol Kamu!
Melihat hasil yang cukup telak dimenangkan skuad Angel Alfredo Vera mungkin adalah jawaban dari slogan yang selalu dan lama didengungkan oleh Bonek Mania. Slogan “Kami Haus Gol Kamu”.
Kembalinya Dribble Halus Thaufan Hidayat
Dibalik gemilangnya penampilan Irfan Jaya dan Oktafianus Fernando, ada satu lagi sayap Persebaya yang namanya sempat terlupakan, dan kini mulai kembali menunjukkan potensi besar yang ia miliki.
Merawat Ingatan: Tangisan Itu Bernama Persebaya
Surabaya tidak pernah kehabisan kisah-kisah kepahlawanannya, sejak era Majapahit dengan Ujung Galuhnya, perang kemerdekaan 10 November 1945 hingga yang terakhir sejarah mencatat perjuangan Arek-Arek Bonek membangkitkan Persebaya yang mati suri selama kurang lebih lima tahun lamanya.















