Kala Tribun Stadion Dibunuh Rating
Maka secara sarkas bisa disebut bahwa rating telah membunuh jadwal ke stadiun para suporter Liga 2.
Zona Degradasi Kian Dekat, Saatnya Ganti Ekspektasi
Kini di sisa 9 pertandingan, ekspektasi itu nampaknya sudah semakin terbentuk: Bukan menjadi juara, bukan pula berada di papan atas atau mapan di papan tengah, tapi bertahan di liga 1!
Ayo Bijak Dalam Mendukung Persebaya
Persebaya akan menghadapi sang pemuncak klasemen sementara Bali United, besok (24/9) dalam lanjutan pertandingan pekan ke-20 Liga 1 2019 yang akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada pukul 18.30 WIB.
Persebaya, Berjuanglah dan Berjayalah
Jadikan slogan #KitaPersebaya lebih membumi antara manajemen, tim, dan Bonek untuk satu visi dan misi menjadi yang terbaik untuk Persebaya.
Bonek dan Persebaya: Refleksi Kilas Balik Pertempuran 10 November 1945
Tak pernah habis cerita mengenai romantika Bonek dan Persebaya.
Menyanjung Saat Persebaya Menang, Menghujat Ketika Kalah, Sudah Benarkah Kita?
Liga 1 dewasa ini, memang bukan wahana yang menggembirakan bagi Persebaya Surabaya. Terseok-seok di papan bawah dan begitu beratnya meraih poin kandang maupun tandang. Banyak peristiwa di luar lapangan yang mewarnai masa sulit ini. Saya ingin sedikit membahas beberapa fenomena yang terjadi sekaligus membagikan opini dari beberapa kegusaran saya.
I Love You, Bigman
Bigman adalah juara 1997 sebagai pemain dan 2004 sebagai pelatih. Salah satu legenda terbesar era Liga Indonesia bagi Persebaya.
Menyelesaikan Dilema Lini Depan Persebaya
Sudah lama kita menanti kehadirannya. Setelah sekian pekan menepi akibat cedera, wajah yang nampak familiar itu melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Tak lama kemudian, ia turun gunung disambut teriakan riuh penonton. Prosesnya sederhana: sebuah umpan lambung, bola spekulatif dari Mokhamad Syaifuddin. Bola menggantung di udara dengan canggung. Steven Paulle, palang pintu bongsor PSM Makassar, bangkit meraih bola.
Memaknai Rivalitas Melalui Pandangan Sanada dan Masamune
Tragedi Kanjuruhan membawa revolusi besar – besaran antar berbagai supporter di Indonesia. Salah satu yang paling jelas terjadi adalah berdamainya beberapa kelompok supporter di Indonesia, mulai dari berdamainya supporter Jogja – Solo – Sleman, hingga supporter asal Pati – Kudus – Jepara.
93 Tahun yang Tak Sia-Sia
93 tahun itu bukan usia yang muda. Ibarat manusia, 93 tahun itu sudah tua dan sudah tidak memikirkan masa depan. Tapi kalau Persebaya dan Bonek tidak ada kata menyerah. Usia boleh tua tapi semakin tua kita harus semakin semangat, semakin solid, semakin Berjaya.















