Persebaya Harus Mapan, Aman, dan Nyaman
Di masa depan, klub kebanggaan arek Suroboyo ini harus benar-benar mapan, aman, nyaman.
Wani Berubah, Landasan Bonek Berbenah
Bonek sekarang sudah mulai menunjukkan taringnya kembali, seiring dengan bangkitnya Persebaya di kancah sepak bola Indonesia paska dibungkam kurang lebih lima tahun.
Persebaya Tetap Surabaya, Menafsirkan Joke dan Meme Persebaya Rasa Papua
“Surabaya pun juga punya kebanggaan, Green Force Persebaya emosi jiwaku” secuil syair magis yang ditulis almarhum Oka gundul ini bukanlah seruan belaka, ia hidup dan nyata di ruang ingatan setiap Bonek dimanapun dia berada.
Perkembangan Persebaya Sejak Kembali ke Pentas Sepak Bola Nasional
Persebaya kembali ke dunia persepakbolaan Indonesia dimulai sejak 7 Januari 2017. Sejak itu, Persebaya yang dikelola Jawa Pos dan sekarang oleh DBL Indonesia terus berkembang dalam semua sektor. Mulai menjadi juara Piala Dirgantara hingga puncaknya menjadi juara Liga 2 2017 yang menjadi tiket menuju Liga 1.
Menuntut Perbaikan Akses Jalan Menuju GBT
GBT yang mempunyai hingga 55 ribu orang sampai saat ini belum mempunyai akses yang baik untuk keluar masuk stadion.
Jangan Lihat Bonek Pakai Mata!
Mereka yang tahu Bonek sejak lama kemungkinan besar hanya akan fokus pada hal-hal di atas. Mereka tak tahu apa yang sudah dilakukan Bonek hingga saat ini, bahkan mungkin tak mau tahu. Karena mereka kebanyakan menganggap sebanyak apapun kebaikan yang dilakukan Bonek takkan mampu menghapus stigma negatif tentangnya selama bertahun-tahun.
Menaruh Asa Kepada Djajang Nurjaman
Per 3 September 2018, secara resmi Djajang Nurjaman akan memegang kendali kepelatihan Persebaya.
Dari Viking, untuk Bonek dan Tim Kebanggaan
Bagi Bonek, kebanggaan tetaplah kebanggaan. Persebaya harga mati.
PR Green Force Usai Tahan Imbang Persela
Laga Persela Lamongan melawan Persebaya Surabaya, Jumat (30/3), menjadi ajang untuk menyaksikan belum selesainya salah satu PR Persebaya: finishing touch.
Provokasi Pemain Martapura dan Sanksi Komdis PSSI
Pertandingan panas Persebaya kontra Martapura FC pada Kamis malam (27/7) menyisakan cerita bagaimana satu pertandingan yang tidak dimainkan dengan semangat sportifitas menjadi sangat tidak enak ditonton.















