Entitas Itu Bernama Persebaya dan Upaya-Upaya Menjaga Tradisi Afeksi
Sejatinya manusia tercipta di muka bumi ini mempunyai tugas serta visi misi utamanya yakni menjaga konsistensi untuk berlaku bijak antar sesamanya (hubungan horizontal) dan yang paling penting dalam rangka beristiqomah beribadah kepada Tuhan-Nya (hubungan vertikal)
Jika AB1927 Dibekukan, Siapa Yang Menjadi Panutan Bonek?
Ibarat kereta api, AB1927 adalah lokomotif dan komunitas Bonek menjadi gerbongnya. Saat lokomotifnya menghilang, masing-masing gerbong bisa menjadi lokomatif yang akan mengantarnya menuju stasiun bernama Persebaya.
Menuntut Konsistensi Panpel Persebaya atas Distribusi Tiket
Inkonsistensi panpel akan dapat menimbulkan ketidakpercayaan dulur-dulur Bonek terhadap manajemen Persebaya.
Ayo Selamatkan Persebaya!
Bayangan Persebaya akan bermain di level mana musim depan terlihat buram. Abu-abu, tidak terlihat jelas. Menyisakan sembilan laga baik kandang maupun tandang. Hanya Tuhan yang mengetahuinya secara pasti
Romantisme Itu Bernama Surabaya-Sleman
Celebration Game lalu tak ubahnya ajang bertemunya dua sahabat setelah sekian lamanya tidak berada satu tribun.
Ramadhan, Momen Tepat 30 Klub Internal Persebaya Bersatu
Di Ramadhan ini, alangkah indahnya jika para pemilik berkumpul.
Jarak dengan Cinta Pertama Saya Persebaya
Ada jauh yang membuat kita berjarak. Terpisah di antara dua tempat yang berbeda.
Misi Penebusan PS TIRA dan Persebaya
Kedua kesebelasan sama-sama menelan kekalahan di pertandingan terakhir liga dan memiliki posisi di klasemen sementara yang tak terlalu jauh (Persebaya di peringkat ke-10 dan PS TIRA di posisi ke-12) membuat kedua kesebelasan semakin terpacu untuk meraih poin penuh.
Bangkitnya Rivalitas Sesungguhnya Antara Surabaya-Malang di Atas Lapangan Hijau
Namun tak bisa dipungkiri jika laga yang melibatkan antara Persebaya dengan tim-tim Malang memiliki tensi pertandingan yang sangat sengit bahkan bisa dibilang “ngawur“.
Persebaya, Kapan Sustainable?
Setelah kemarin saat pertengahan musim 2019 coach Djanur dipecat, hari ini (30/10/2019) untuk kedua kalinya Persebaya kembali harus kehilangan sosok pelatih kepala. Ya, Wolfgang Pikal terpaksa harus mengundurkan diri setelah rentetan hasil buruk Persebaya yang tak kunjung bangkit dalam beberapa pekan terakhir. Total sejak Persebaya bangkit di tahun 2017, sudah ada 4 pelatih yang menjadi korban target tinggi Persebaya.















