Bonek Bukan Maling Gorengan

Kalimat "hina" ini ditinjau dari sudut pandang apapun tidak ada indah-indahnya dan tak ada pula nilai yang terkandung di dalamnya. Namun dengan segala resiko terburuk, saya harus siap dengan segala konsekuensinya ketika saya harus out of the box dari tren "gila" semacam ini.

Meletakkan “Maling Gorengan” Pada Tempatnya

Sekiranya istilah maling gorengan muncul ketika Bonek yang melaksanakan awaydays nan bersamaan dengan pemberitaan negatif tentang Bonek. Tidak naif, memang begitulah kami. Bonek, suporter Persebaya, yang diakui maupun tidak adalah barometer suporter sepak bola pertama dan terbesar di Indonesia. Namun, apakah kami bangga? Bisa iya, mungkin saja tidak. Sebagaimana maling gorengan yang ditujukan kepada kami, bisa marah, mungkin saja kami banyak tertawanya, ha ha ha.

Jagalah Kesakralan Song For Pride Hanya untuk Persebaya

Capo dari tribun tempat saya menonton mengajak para pemain dan penonton untuk menyanyikan lagu Song For Pride bersama. Dengan pengubahan lirik tentunya. Entah kenapa di saat penonton lain antusias menyanyikan Song For Pride, saya justru diam saja. Ada rasa yang janggal ketika menyanyikan lagu Song For Pride bukan untuk Persebaya, apalagi dengan pengubahan penggalan lirik “Bajul Ijo” dan “Persebaya” menjadi “Indonesia”.

Persebaya dan Bonek, Kala Loyalitas Tanpa Batas Bukan Hanya di Atas Kertas

Berbicara tentang Surabaya, pasti tidak terlepas dari kisah perjuangan Arek-Arek Suroboyo pada masa kolonial Belanda. Namun, ada kisah lain yang tak kalah menarik untuk disimak ketika mendengar nama Surabaya; Persebaya dan Bonek.

Apakah Arema FC Layak Disebut Rival Klasik Persebaya?

Persebaya akan menjamu Arema FC dalam lanjutan Liga 1 pekan ketujuh, Minggu (6/5). Partai ini disebut-sebut sebagai derby Jatim, seteru klasik, hingga rival klasik oleh banyak pihak. Bahkan sebagian Bonek menganggap laga ini adalah laga hidup mati layaknya dua klub rival. Masalahnya apakah Arema FC layak disebut sebagai klub rival klasik Persebaya?

Berbesar Hatilah, Hentikan Kebiasaan Estafet! Ini Solusi Konkretnya!

Sebelum membaca tulisan ini, yang baperan, yang masih berpegang teguh tradisi estafet maka kuatkan hatimu dan berbesar hatilah karena mendukung dengan cara apapun, nyawa di atas segala-galanya.

Mahakarya Bonek Campus, Agenda Tahunan Yang Mengulas Persebaya

Mahakarya Bonek Campus, sebuah agenda tahunan dari rekan-rekan Bonek Campus yang selalu menekankan konsep pameran literasi tentang Persebaya dan Bonek. Tak terasa pada tahun 2019 ini sudah memasuki edisi yang ketiga. Acara ini bertujuan untuk selalu mengingat perjalanan Persebaya dari tahun ke tahun. Tahun ini sudah memasuki edisi yang ketiga.

Sejenak Meluangkan Waktu untuk Alfredo Vera

Meski meninggalkan Persebaya dalam kondisi yang kurang mengenakkan, namun ingatan tentang sosok Alfredo Vera bukan hanya tentang kekalahan dan keterpurukan.

Junior yang “Terpinggirkan”, Bonek yang Menengadahkan

Persebaya memang tak bisa jauh dari prestasi di segala level kompetisi dan turnamen. Nama besarnya menjadi jaminan sebuah kompetisi dan turnamen memiliki kadar kualitas, itu karena ada Persebaya di dalamnya.

Wani Berubah, Landasan Bonek Berbenah

Bonek sekarang sudah mulai menunjukkan taringnya kembali, seiring dengan bangkitnya Persebaya di kancah sepak bola Indonesia paska dibungkam kurang lebih lima tahun.

TERBARU

POPULER