93 Persebaya Surabaya, 93ngsi Dong!

0
Persebaya tidak boleh menjadi tim yang juara, kemudian terdegradasi satu musim setelahnya. Persebaya harus menjadi tim yang stabil di papan atas nan solid

Ada Cinta untuk Persebaya di Ciamis

0
Saya sebagai salah satu yang menyukai sepak bola dari kecil tak pernah melewatkan sedikitpun untuk menonton sepak bola pada setiap pekannya, apakah itu melalui tayangan di televisi ataupun menonton secara langsung ke stadion.

Anniversary, Konspirasi, dan Pandemi: Sebuah Refleksi Kebahagiaan di Tengah Pandemi Negeri

0
Tahun 2020, jadi momentum perenungan bersama. Bagaimana tidak, tiba-tiba kita diperintah negara untuk hidup bersih, pakai masker, hingga cuci tangan setiap hari. Lebih-lebih anjuran untuk menjaga jarak jika bertemu sangat digencarkan di seluruh penjuru negeri. Aturan tersebut bukan sesuai kultur Budaya Indonesia. Budaya kita budaya sosial sangat toleran, guyup, gotong royong, dan tenggang rasa.

Hasta La Vista Persebaya

0
Tertawa di tengah kesulitan, barangkali sesuatu yang sulit dilakukan manusia. Itulah gambaran kondisi sekarang. Wabah yang melanda negeri ini seolah-olah nyaris merobohkan semua tatanan kehidupan manusia. Covid 19 benar-benar jadi pembunuh massal yang paling ditakuti ditahun 2020 ini.

Kapan Persebaya Menyusul Liverpool?

0
Selasa 27 Nopember 1990 Bleduk Ijo menggetarkan jagad sepakbola Indonesia. Bleduk Ijo adalah julukan tim Persebaya saat menikuti turnamen Piala Utama. Sebuah turnamen yang mempertemukan tim Perserikatan dan Galatama saat itu.

93 Tahun Persebaya, Perayaan Sederhana dan Berbeda, Namun Penuh Makna

Di tahun ini, ulang tahun Persebaya menurut penulis sensasinya berbeda. Namun makna yang dihasilkan lebih terasa dan mengena ke seluruh Bonek-Bonita termasuk yang penulis rasakan. Akibat adanya pandemi Covid-19, kita tentu tidak bisa bertemu dengan jumlah orang yang banyak atau bahkan berkerumun. Apalagi kasus positif Covid-19 di Surabaya masih tertinggi di Jawa Timur dan masuk wilayah zona merah.

Persebaya di Mata Kami (Bonek), 93 Tahun Rebut Kembali Kejayaan

0
Bagi saya persebaya adalah tim kebanggaan yang terpilih untuk dijagokan. Entah kenapa naluri ini muncul sedangkan saya sendiri hanyalah pendatang di Surabaya. Perkenalan saya dengan Persebaya sudah dimulai dari Sekolah Dasar. Kesan saya tertuju pada tahun 2004, era pelatih Jackson F. Tiago yang menjadi juara Liga Indonesia bersaing ketat dengan PSM dan Persija.

93 Tahun, Persebaya yang Semakin Muda

Ketika menulis ini, saya tepat berumur 22 tahun saat merayakan ulang tahun tanggal 14 Juni. Empat hari setelahnya, Persebaya juga merayakan umurnya yang ke-93 tahun. Menurut saya ini menarik. Saya merayakan umur dengan angka yang masih dibilang muda, sementara Persebaya merayakan umurnya yang semakin bertambah dan menua.

93 Tahun Persebaya untuk Bonek dan Masyarakat Surabaya

0
Selamat ulang tahun Persebaya! Ya, begitulah kalimat pembuka untuk tulisan kali ini. Tidak terasa memang, sudah 93 tahun Persebaya malang melintang dalam lika-liku kompetisi di Indonesia. Ragam prestasi pun sudah banyak ditorehkan. Mulai dari era perserikatan, hingga saat ini Persebaya berlaga dalam kompetisi kasta tertinggi Liga 1 Indonesia. Lalu sampai akhirnya Persebaya dikenal sebagai klub yang besar serta melegenda. Belum lagi antusiasme suporternya yang luar biasa, Bonek dan Bonita yang juga sebagai bagian dari masyarakat Surabaya.

Refleksi 93 Tahun Persebaya: Bersama Merengkuh Kejayaan

0
18 Juni 2020, klub kebanggan arek Surabaya, Persebaya merayakan hari ulang tahunnya yang ke-93. Sebuah usia yang bahkan jauh lebih tua dari pada usia dan berdirinya negeri ini. Jika diruntut secara historis, Persebaya pada mulanya bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB), berdiri pada 18 Juni 1927. Oleh karena itu, SIVB secara letterlijk merupakan embrio dari pada Persebaya.

Terbaru