Persebaya Bukan Segalanya Tapi Selamanya
Makna Persebaya Selamanya menurut saya sangatlah luas dan memiliki banyak arti. Saya sendiri bukan suporter fanatik yang bisa selalu mendukung Persebaya kapan pun dan di mana pun. Saya juga masih sering nonton di televisi dan hanya memberikan support dari jauh. Saya beberapa kali menyaksikan Persebaya berlaga di Gelora Bung Tomo.
Persebaya dan Bonek Membutuhkan “Kekalahan”
Mengapa Persebaya membutuhkan “kekalahan”? Karena dengan mengalami kekalahan itulah bisa lebih mudah melakukan evaluasi secara total dan terus menerus.
Membangun Asa Harapan Juara Tetap Ada
Menggapai asa adalah upaya maksimal untuk memperoleh pengharapan baik, memperoleh keberhasilan apa yang kita impikan
Aspirasi Bonek Luar Kota Perihal Tiket Home Persebaya
Liga 1 2018 sudah di depan mata. Bonek di seluruh dunia sudah pasti siap mendukung Persebaya Surabaya dengan sangat antusias. Apalagi, yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya, atau kota-kota di mana ada tim yang berkompetisi di Liga 1. Sebab, suatu saat pasti Persebaya akan away ke kota tersebut.
Rekor-Rekor Persebaya Usai Menggunduli PSBI 14-0
Persebaya baru saja melakoni partai tandang ajang Piala Indonesia 2018 melawan tuan rumah PSBI Blitar di Stadion AAL Bumimoro, Surabaya. Hasilnya keunggulan mutlak Tim Bajul Ijo 0-14 atas tuan rumah. Ada beberapa catatan rekor pada pertandingan sore hari ini. Di antaranya:
Tak Ada Yang Lebih Indah Selain Persebaya
Saat pertama kali masuk stadion, saya berpikir betapa kuno dan lapuknya stadion ini. Tetapi yang tak bisa dipungkiri dari stadion ini adalah atmosfernya. Sungguh terasa luar biasa.
Persebaya Sak Lawase
Persebaya itu yo Bonek. Orang yang lahir dan hidup di Surabaya pastilah mengaku suportere Persebaya alias Bonek. Masio gak ngerti bal balan, opo maneh sing gak iso main bal balan. Sing jelas lak mesti ngaku Bonek. Opo maneh Bonek saiki bedo karo jamanku pas sekolah biyen.
Ketidaksinkronan Visi Presiden Persebaya dengan Visi Alfredo Vera
Presiden Persebaya, Azrul Ananda, adalah salah satu orang yang visioner. Ia menyukai pembinaan usia muda dan lebih mementingkan proses ketimbang hasil. Namun visi sang presiden tak bisa diterjemahkan pelatih Alfredo Vera di lapangan. Ia menyukai pemain tua dan merekrut pemain-pemain yang telah dikenalnya. Alfredo salah menerjemahkan “proses” dengan membongkar-bongkar formasi. Anehnya, Azrul membiarkannya.
Menggugat Kepemilikan Saham PT Persebaya Indonesia
Dari mana Saleh dan Cholid mendapatkan persentase saham yang begitu besar?
Urgent: Dibutuhkan Sopir dan Pemilik Baru untuk Jalankan Mesin Persebaya
Miris jika kita melihat kondisi Persebaya saat ini.















