Dengar Lagu Persebaya Bikin Pacar Ingin Mbonek
Hikmah dari acara Meet and Greet pemain Persebaya kemarin, bisa membawa orang tertarik kepada Persebaya.
Bosan Saya Maido, Masalahnya Itu-Itu Saja
Mencintai Persebaya memang membutuhkan kesabaran dan kesetiaan tinggi.
Ele91 Esok Pa91, Ayo Bangkit Juara La91
Bagi penikmat musik nasional tentu judul diatas tidaklah asing. Kesamaan judul dengan single milik Ebiet G. Ade yang galau dalam ratapannya, senafas dengan perjalanan tim kebanggaan arek suroboyo Persebaya Surabaya di kompetisi nasional Liga 1.
Bajol Ijo, Jangan Terburu Terbang Dulu!
Perjuangan Persebaya di semifinal Piala Presiden benar-benar patut diacungi jempol. Pertandingan melawan Madura United (MU) semalam (6/4) menyuguhkan pertarungan mental antar pemain kedua tim. Para pemain MU tak henti-hentinya menggempur pertahanan Persebaya. Bahkan membuat pemain Persebaya seakan terkurung di daerah pertahanannya sendiri.
Arek-Arek, Warung Kopi, dan Perlawanan
Apapun ketegangan yang dihadapi, warung kopi tetap tujuan bagi arek-arek. Kedinamisan semacam ini hanya ada di sini, di kota yang sampai detik ini tidak akan memadamkan api perlawanan.
Persebaya Men-Juventus-kan Diri
Sepak bola di era industri untung dan rugi untuk pemasukan tim adalah sebuah kewajiban yang harus dihitung untuk mengarungi kompetisi. Dapat kita ketahui, sepak bola Indonesia dengan jadwal yang rancu dan kompetisi yang tidak jelas juga mempengaruhi pihak sponsor untuk masuk ke dalam sebuah tim.
Media dan Bonek Bagai Air dan Minyak
Sebagian media lebih memilih memojokkan dan menyudutkan Bonek.
Persebaya, From Bandung With Love!
Malam 28 November 2017 dan kota Bandung, pasti akan selalu dikenang oleh Bonek-Bonita, yang bertahun-tahun setia berjuang di jalanan bahkan hingga ke Pengadilan.
Saya Bertaruh Untuk Valpoort
Jika Valpoort dimainkan dan dipasang bukan sebagai target man, saya berani bertaruh Valpoort akan mampu menciptakan peluang terbaiknya.
Merekalah Yang Memulai!
Apapun yang terjadi, jelas saat ini Rivalitas dengan Bhayangkara FC adalah bumbu tersendiri di Liga Indonesia, bukan karena kultur atau apapun , namun karena merekalah yang memulai dahulu.















