1 Nopember 2020 Hari Spesial Rachmat Irianto
Bertepatan dengan tidak ada kompetisi dan libur latihan, salah satu pemain Persebaya yakni Rachmat Irianto akan melepas masa lajangnya.
Bangun Roda Ekonomi Lewat Kreatifitas
Sepak bola Surabaya patut bergembira. Dua tahun berada di Liga 1, dua tahun penuh cerita dari Persebaya.
Persebaya Akan Serahkan Kontra Memori Kasasi
Sengketa lahan dan bangunan di Jalan Karanggayam Surabaya antara Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) dengan PT Persebaya Indonesia memasuki tahap kasasi.
Satu Poin Berharga dan Pelajaran dari Ngawi
Hasil imbang pada laga kontra Persinga pun memunculkan beberapa catatan menarik yang bisa menjadi bahan pertimbangan Persebaya untuk menatap paruh kedua Liga 2 nanti.
M. Irvan Febrianto, Penerus Posisi Sakral Persebaya
Penampilan memikat Irvan pada laga kontra PSBI membuat Alfredo semakin percaya kepada Irvan.
Satu Atap Coworkshare, Ruang Kerja Bersama Wadah Akselerasi Startup
Sebuah ruang publik bernama Satu Atap Coworking Space lahir di Surabaya tahun lalu, tepatnya 18 November 2017. Coworking space ini didirikan oleh beberapa anak muda yang percaya dengan semangat kolaborasi bisa tercipta karya-karya kreatif yang mendunia.
Lulut Kistono Tetap Latih Persebaya Meski Tak Ikut Kompetisi
Banyak yang tak tahu bahwa Persebaya Surabaya tetap menggelar latihan.
Persib vs Persebaya: Tak Punya Plan B, Taktik Persebaya Mentok
Hasil minor kali ini harus diterima Persebaya saat melawan Persib Bandung. Soal formasi, di atas kertas mereka bermain di 4-4-2, tetapi faktanya perdebatan di media sosial tentang formasi apa yang dipakai anak asuh Wolfgang Pikal tersebut juga belum terpecahkan. Dan memang benar, Persebaya tidak bermain dengan 4-4-2 sepenuhnya, atau 3 atau 5 bek seperti banyak penonton yang berkomentar di media sosial. Persebaya memainkan 4-2-1-3. Formasi yang baru pertama kali di pakai musim ini. Sebenarnya formasi dalam waktu tertentu bukan sesuatu yang dikatakan urgent. Tetapi jika hanya soal coba-coba, bukan di kompetisi tempatnya.
Asal Mula Kepopuleran Jargon “Persebaya Emosi Jiwaku”
Slogan “Emosi Jiwaku” sudah melekat dengan Persebaya Surabaya. Tidak hanya digunakan sebagai banner ketika mendukung di stadion, tapi juga menginspirasi lagu sampai media suporter. Tapi siapa yang tahu awal mula kepopuleran jargon tersebut?
Persebaya, Kenangan Masa Bujang: Final Lagi (18)
Di lapangan PT SIER, Rungkut Industri, aku bertemu teman lama dari IM tapi lupa namanya (Mardiyanto? mungkin), dia menyapaku, bersalaman erat dan bercerita. “Tak kiro kamu yang jadi kiper Persebaya, waktu aku nonton Persebaya, ingatanku langsung kepadamu kalau melihat potongan rambutnya Putu Yasa, aku lupa namamu hanya ingat wajah saja serta nama belakangmu yang berbau Bali. Eh, ternyata bukan.” Katanya sambil tersenyum.















