Akhiri Musim Ini dengan Kemenangan, Persebaya
Kompetisi sepak bola kasta teratas Indonesia Liga 1 musim 2018 akan segera berakhir. Persebaya akan mengakhiri kompetisi pada Sabtu, 8 Desember 2018.
Pemain-Pemain Tionghoa di Persebaya
Sejak dulu, cukup banyak pemain Persebaya (bahkan sejak jaman SVB dan SIVB) yang berasal dari etnis Tionghoa.
Sebuah Pesan dan Saran Untuk Presiden Persebaya
Mengkritik adalah bagian dari pertumbuhan. Tanpa kritik dan pengawasan, tentu semua akan berjalan liar tanpa kendali.
Ketika Budaya Malu Telah Hilang dari Tubuh PSSI
Sungguh miris melihat kondisi PSSI saat ini. Tak ada prestasi, yang ada malah jadi bahan tertawaan. Masih hangat kita baca pernyataan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, yang menyebut jika ingin Timnas baik maka wartawan harus baik. Sebuah pernyataan konyol yang datang dari orang nomor 1 PSSI.
Tahun ke-93 Persebaya Bersama Corona
Tahun ini adalah tahun ke-93 bagi Persebaya Surabaya. Tepatnya pada musim Liga 1 2020 yang tengah terhenti oleh adanya pandemi virus corona (Covid-19) ini. Setelah berhasil finish di posisi runner up Liga 1 2019 lalu, tentu harapan kita (Bonek) dan Persebaya selanjutnya adalah juara Liga 1 2020.
Provokasi Pemain Martapura dan Sanksi Komdis PSSI
Pertandingan panas Persebaya kontra Martapura FC pada Kamis malam (27/7) menyisakan cerita bagaimana satu pertandingan yang tidak dimainkan dengan semangat sportifitas menjadi sangat tidak enak ditonton.
Antara Parma, Persebaya, dan Manajemen Klub Yang Amburadul
Jika manajemen dan pengurus bisa mengelola klub dengan baik dan profesional, maka mewujudkan klub berprestasi bukan hanya mimpi.
Persebaya, Asa, Cinta, dan Harapan
Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asa memiliki arti semangat. Sebagai arek Suroboyo, mempunyai asa seolah menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dalam setiap perjuangan yang akan dilakukan. Hal ini bukan semata-mata ada, melainkan warisan para pendahulu yang memberikan contoh kepada generasi penerus yang lahir di Kota Pahlawan.
Lekas Pulih Persebayaku
Persebaya merupakan kebanggaan kita semua. Banyak yang mencintai persebaya hingga kehilangan akal sehatnya. Kemarin Surabaya dibuat malu oleh sebagian oknum suporter yang merangsek masuk lapangan membentangkan spanduk “JANGAN BIKIN MALU SURABAYA”, merusak pagar pembatas, merusak billboard dan menyalakan kembang api serta flare. Apakah tindakan tersebut benar? Atau suatu pembenaran diri oleh oknum tersebut? Tindakan tersebut tidak ada bedanya dengan tindakan suporter yang kalian anggap ‘rival’, sama-sama bikin malu! Kecewa dengan hasil pertandingan boleh saja, namun kekecewaan tersebut apakah harus diimplementasikan dengan tindakan demikian?
Saat Kebobolan Tak Dapat Dihindari, Mencetak Gol Sebanyak Mungkin Bisa Jadi Solusi
Membenahi lini pertahanan dan antisipasi set piece mungkin bisa menghindarkan Persebaya dari kekalahan. Namun, tujuan dari tim yang bertanding di lapangan adalah meraih kemenangan.














