Iklan

Catatan Menarik Usai Persebaya Kalahkan Madiun putra

0
Raihan tiga poin di Madiun menempatkan Persebaya di puncak klasemen di pekan kedelapan dengan meraih 15 dari 8 laga.

Sisik Boyo Sambang Deso, Ajang Bonek Kunjungi Desa-Desa

0
Salah satu dari sekian program yang dijalankan komunitas Bonek Sisik Boyo adalah Sisik Boyo Sambang Deso. Kami mendatangi desa-desa dengan tujuan menyeimbangkan stigma Bonek di mata masyarakat.

Kado Pahit Jelang Ultah Persebaya

0
Dan kekalahan lawan PSM Makassar semalam adalah rentetan hasil kurang memuaskan selama kiprah Persebaya di Liga 1 2018, hasil yang membuat kecewa Bonek di manapun berada.

Regulasi Pembatasan Pemain Usia 25 Tahun Lebih Banyak Ruginya

Regulasi tersebut memiliki lebih banyak kerugian dibanding keuntungan. Bayangkan saja, peraturan itu sama saja mematikan pemain berusia di atas 25 tahun yang memperkuat tim-tim di Liga 2.
pssi

PSSI Jangan Egois!

0
PSSI akan melanjutkan kompetisi Liga 1 musim 2020 pada periode Oktober 2020 sampai Februari 2021. Sampai saat ini segala macam detail teknis belum juga diterima oleh klub.

Ternyata, Bejo-lah yang Buat GBT Angker

0
Melalui tangan dingin pelatih caretaker, Bejo Sugiantoro, Persebaya membuktikan diri sebagai tim Liga 1 yang patut diperhitungkan, dan itu seharusnya sudah terjadi sejak musim ini mulai digelar

Andik Vermansah dan Persebaya Panggilan Jiwa

0
Harga Andik mahal adalah sesuatu yang wajar sesuai dengan kualitas permainan juga pengalaman.

Tiga Alasan Wajib Mbonek di Laga Persebaya vs Barito Putera

0
Minggu (8/4) adalah match day Persebaya ke-3 di putaran I Liga 1 2018. Laga melawan tim asal Kalimantan Selatan ini pantang dilewatkan Bonek se-Dunia. Di laga inilah, seorang legenda Persebaya, Jacksen F. Tiago harus meramu tim melawan kesebelasan yang pernah dia bela dan arsiteki.

Lekas Pulih Persebayaku

Persebaya merupakan kebanggaan kita semua. Banyak yang mencintai persebaya hingga kehilangan akal sehatnya. Kemarin Surabaya dibuat malu oleh sebagian oknum suporter yang merangsek masuk lapangan membentangkan spanduk “JANGAN BIKIN MALU SURABAYA”, merusak pagar pembatas, merusak billboard dan menyalakan kembang api serta flare. Apakah tindakan tersebut benar? Atau suatu pembenaran diri oleh oknum tersebut? Tindakan tersebut tidak ada bedanya dengan tindakan suporter yang kalian anggap ‘rival’, sama-sama bikin malu! Kecewa dengan hasil pertandingan boleh saja, namun kekecewaan tersebut apakah harus diimplementasikan dengan tindakan demikian?

Memaknai Rivalitas Melalui Pandangan Sanada dan Masamune

0
Tragedi Kanjuruhan membawa revolusi besar – besaran antar berbagai supporter di Indonesia. Salah satu yang paling jelas terjadi adalah berdamainya beberapa kelompok supporter di Indonesia, mulai dari berdamainya supporter Jogja – Solo – Sleman, hingga supporter asal Pati – Kudus – Jepara.

Terbaru