Mengapresiasi Kinerja Manajemen Persebaya
Mengelola tim sepak bola sebesar Persebaya Surabaya dengan nilai historis tinggi dan kejayaannya tentu bukan sebuah perkara mudah. Harus tahan banting dan memiliki mental baja. Sebab, kesalahan sedikit saja akan berdampak pada kritik keras fans terhadap tim.
Menyambut Persebaya, Menyorot Kuota Bagi Bonek Saat Away
Kuota penonton away atau tamu adalah hal yang wajar yang diterapkan tuan rumah. Siapkah bonek mematuhi kuota ini?
Membandingkan Kualitas Andik, Evan, Hansamu dengan Pemain Persebaya Saat Ini
Semua orang (Warga Surabaya) berhak untuk menjadi bagian dari Persebaya. Entah itu menjadi suporter, tukang calo tiket, pengurus, pemain, bahkan Presiden Bajol Ijo (julukan Persebaya) sekalipun.
Semangat Militansi Bonek Tak Dimiliki Kelompok Manapun
Tahukah anda bahwa para pahlawan di kota mereka yang memerdekakan negara ini dengan susah payah
Belajar Mencintai Idola ala Deny
Sempat viral, karena kenekatannya untuk meninggalkan rumah demi ingin bertemu sang idolanya. Itulah I Gede Deny Sanjaya, bocah 13 tahun asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Pakem Persebaya Sudah Mulai Terlihat
Jika menengok dari penampilan di lapangan, hasil dan statistik pertandingan, bisa jadi Persebaya pelan-pelan telah menemukan pakemnya.
Poin Positif yang Diraih Persebaya Meski Ditahan Imbang Persatu
Selain satu poin yang patut disyukuri, Persebaya pun juga mencatatkan beberapa poin positif pada laga tandang ke Tuban ke
Tetap Semangat, Jalan Persebaya Masih Panjang
Lini penyerangan Persebaya bisa dikatakan cukup tajam. Namun kendati dikatakan cukup tajam, insting "membunuh" di depan gawang lawan harus lebih digalakkan. Karena ini adalah "koentji" untuk memenangkan pertandingan.
Cinta Abadi Itu Bernama Persebaya
Cinta yang abadi tak akan pernah mati, selalu terpatri di hati dan tak akan pernah terganti.
Liga 1 yang Tak Bersahabat, Selamatkan Persebaya!
Awalan musim Liga 1 akan digelar, manajemen dengan meledak-ledak menargetkan 5 besar, sebuah target minimalis bagi tim sebesar Persebaya. Rupanya manajemen tahu diri akan hal itu, terbukti, hingga pekan ke 18 Persebaya berkutat di peringkat 14, sebuah pemandangan miris dengan latar belakang histori dan suporternya yang militan.















